Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan dikenal sebagai bulan Nuzulul Qur’an (bulan turunnya Al-Qur’an). Pada bulan ini, umat muslim di seluruh dunia melakukan ibadah puasa (saum) dan memperingati wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang ke-3.
Kebiasaannya, bulan Ramadhan berlangsung sekitar 29-30 hari, berdasarkan pengamatan hilal. Kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan.
Menurut syariat Islam, puasa Ramadhan hukumnya fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali ia mengalami halangan untuk melakukannya, seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, diabetes, atau sedang mengalami menstruasi. Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadan ditetapkan pada bulan Syakban tahun kedua setelah hijrahnya umat Muslim dari Makkah ke Madinah.
Bulan Ramadan diawali dengan penentuan bulan sabit sebagai pertanda bulan baru. Selama sehari penuh, yakni dari imsak hingga adzan magrib, umat muslim yang berpuasa dilarang untuk mengkonsumsi makanan, minuman, termasuk merokok yang dapat membatalkan puasa.
Selama bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti melakukan shalat malam (qiyamul lail), shalat dhuha, shalat sunnah taubat, kemudian berdzikir kepada Allah SWT, dengan mengharapkan Ridha dan pahala-Nya.
Namun, saat ini, setelah Ramadhan berlalu selama 2 pekan, apakah kita sudah melakukan ibadah yang sudah dianjurkan untuk diperbanyak? Jika belum, sungguh sangat merugi dan sangat diharapkan untuk memulai memperbanyak ibadah tersebut.
Pada bulan Ramadhan, ibadah yang kita kerjakan pahalanya dilipatgandakan oleh Allah. Ramadhan yang kini tersisa adalah emas, banyak orang-orang berlomba untuk mendapatkan keberkahan pada malam Lailatul Qadar, yakni malam seribu bulan.
Mengapa malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam seribu bulan? Hal tersebut karena pada momen Lailatul Qadar, terdapat berbagai keutamaan dan kemuliaan yang sangat berlimpah. Keutamaan, kemuliaan, serta keberkahan yang ada dalam Lailatul Qadar tentunya tak didapatkan dengan percuma. Umat muslim perlu menunaikan amalan-amalan kebaikan untuk meraih keutamaan tersebut.
Seperti yang dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, berikut ini:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” (QS. Al Qadar:1-5).
Berdasarkan dalil Al-Quran tersebut, dapat diketahui bahwa malam Lailatul Qadar Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dipercaya memiliki keutamaan dan kemuliaan yang lebih banyak dibanding 1000 bulan di luar bulan Ramadan.
Maka dari itu penulis mengajak untuk memperbanyak ibadah dalam bulan Ramadhan ini, mari kita cari keberkahan dan kemuliaan di akhir-akhir Ramadhan ini, mari semua kita kuatkan dan kencangkan ibadah kepada Allah SWT. وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
***Penulis: Aula Eswin, Mahasiswa Prodi Ilmu Politik UIN ar-raniry Banda Aceh
Tinggalkan Balasan