Menu

Mode Gelap

Opini · 5 Feb 2022 WIB ·

Peran Mahasiswa Terhadap Agama dan Lingkungan


					Peran Mahasiswa Terhadap Agama dan Lingkungan Perbesar

Peran Mahasiswa Terhadap Agama dan Lingkungan

Oleh: Khairul Muklis

Lingkungan Adalah Kerangka Berfikir Konstruktif Umat Islam Dalam Memahami Lingkungan Alam, Bumi Tempat Mereka Hidup Dan Berkehidupan.Membangun Pemahaman Masyarakat Tentang Pentingnya Memelihara Konservasi Air Dan Tanah Dengan Melindungi Ekosistem Laut Dari Eksploitasi,Melindungi Seluruh Ekosistem Laut Yang Ada Di Dalamnya Adalah Bagian Yang Dianjurkan Agama.Menjadikan Semua Upaya Itu Sebagai Kewajiban Moral Terhadap Sesama Makhluk Tuhan Yang Bernilai Ibadah.

Kota Langsa adalah kota yang menerapkan hukum Syariat Islam, namun Kesadaran akan pentingnya kelestarian alam dan pandangan masyarakat terkhusus kota langsa seharusnya beralih pada pandangan agama,Dalam Islam kebersihan itu adalah sebagian dari pada Iman, konsep ini sudah di jelas kan, oleh karena itu mari sama-sama kita bersinergi untuk menjaga kebersihan lingkungan yang sesungguhnya menjadi fitrah manusia.

Dampak pembuangan sampah bukan pada tempat nya sudah menjadi kebiasaan masyarakat, masyarakat seakan tidak penduli terhadap lingkungan, terutama dengan melajunya ekonomi serta kepadatan penduduk dan pengurasan sumber daya alam penebangan pohon liar yang tidak lagi mempertimbangkan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Andai Aku Seorang Belanda

Kondisi lingkungan di langsa untuk saat ini sangat memprihatikan disebabkan karena kesadaran terhadap pemeliharaan lingkungan masih sangat rendah, namun kalau masyarakat tidak peka terhadap kebersihan dan menganggap kebersihan adalah sudah tugas dari Pemerintah, maka kebersihan dan keindahan Kota kita tidak akan maksimal.

Perilaku seperti tersebut di atas, jelas sangat bertentangan dengan semangat islam yang menyuruh berbuat kebaikan dan tidak membuat kerusakan (QS Al A’raaf: 35 dan 56), menghormati segala makhluk di bumi karena mereka juga umat seperti halnya manusia (QS Al An’aam: 38) dan sebagai khalifah, manusia telah sanggup menerima amanah, sedangkan makhluk yang lain seperti langit, bumi, dan gunung-gunung enggan menerimanya (QS Al Ahzab: 72).

Bagaimana sih cara menciptakan lingkungan yang sehat?

  1. Melakukan gotong royong bersama.
  2. Membuang sampah pada tempatnya.
  3. Menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon/tumbuhan di lingkungan tempat tinggal.
  4. Mengolah sampah organik yang bisa terurai menjadi sesuatu yang bermanfaat.
  5. Menjaga kebersihan udara, seperti polusi yang disebabkan oleh asap pabrik, kenalpot kendaraan bermotor, dan juga asap yg di sebabkan karena pembakaran sampah.
Baca Juga:  Perdana Menteri Israel Penyebab Genosida di Palestina

Mahasiswa merupakan generasi muda yang paling berperan besar terhadap perubahan suatu lingkungan. Mahasiswa dianggap agent of change, dimana meraka menjadi seseorang yang membawa perubahan dan di contoh oleh masyarakat. Mereka harus mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal baik yang bisa berdampak untuk Negara nya, dapat dimulai dengan hidup bersih dari sampah.

Yang dimaksud disini, bukan berarti kita tidak boleh memakai dan menghasilkan sampah, Peran mahasiswa disini adalah sadar terhadap lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan, Sebagai mahasiswa harus bisa menjadi contoh yang baik untuk masyarakat,agar masyarakat ikut mendukung tercapainya tujuan dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, supaya tidak menyebab kan penyakit ataupun hal-hal yang tidak diingkan di masa depan. Kesadaran mahasiswa sangat penting, jika mereka meremehkan lingkungan rumah maupun luar rumah maka akan berdampak pada lingkungan sekitar yang kotor, mahasiswa harus memliki rasa kepedulian akan lingkungan.

Baca Juga:  Paradigma Merdeka Belajar Berbasis Kearifan Lokal (Keistimewaan Asimetris Pendidikan)

Dalam menciptakan lingkungan rumah maupun kota yang kondusif, di perlukan juga kerja sama dari berbagai elemen, yang terdiri dari: mahasiswa, masyarakat, pemerintah, petugas kebersihan dan lain-lain. Jika elemen-elemen tersebut terbentuk, bisa menciptakan hubungan kota langsa yang harmonis, dan lingkungan kota langsa yang bersih akan tercipta. Selain hubungan antar elemen-elemen masyarakat yang harmonis, fasilitas juga dapat mempengaruhi terciptanya lingkungan yang nyaman.

Karena itu, saya sebagai penulis mengajak untuk mulailah membuat perubahan dari diri sendiri, kemudian lakukan pendekatan dengan orang sekitar secara, agar semua orang disekitar kita mau untuk menjaga lingkungan. Hal ini memang tidak mudah, namun kita bisa memberikan pemahaman-pemahaman kecil yang bisa merubah cara berpikir orang lain.

Tidak harus menjadi super men untuk membuat sebuah perubahan yang baik untuk lingkungan di sekitar kita. “Jadilah Mahasiswa dengan tingkat kepekaan terhadap lingkungan karena peninggalan terbaik kita kepada masa depan adalah lingkungan yang terjaga dan nyaman”.

Artikel ini telah dibaca 62 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Membangun Solidaritas Lintas Agama dalam Momen Qurban Refleksi Tanah Serambi Mekkah

15 Juni 2024 - 15:54 WIB

Dinamika Politik Indonesia

6 Juni 2024 - 04:04 WIB

Mahasiswa USK : Jargon ‘Menuju Aceh Selatan Produktif’ Ala Haji Mirwan Sebuah Jawaban Atas Keberlangsungan Perekonomian Aceh Selatan

31 Mei 2024 - 10:22 WIB

Kriteria Calon Kepala BIN Harus Mampu Menjawab Tantangan yang Multi Dimensional

4 Mei 2024 - 11:11 WIB

Hari Buruh, Momentum Perbaikan Kesejahteraan Para Pekerja

1 Mei 2024 - 14:05 WIB

Syair Ramadhan Tgk. Dailami, Ku Merindukannya

22 Maret 2024 - 10:09 WIB

Trending di News