Menu

Mode Gelap

Opini · 28 Jan 2022 WIB ·

Ekonomi Kreatif


					Ekonomi Kreatif Perbesar

Ekonomi Kreatif

Di era jaman sekarang ini banyak pengganguran di negeri ini sehingga minim akan lapangan pekerjaan. Hal ini membuat saya berpikir tentang ide dengan cara membantu ekonomi di negeri ini lewat sebuah minuman kopi. Hal ini tentu dapat membantu pertumbuhan ekonomi bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan. Contohnya bagaimana menjual sebuah kopi yang hrganya 3 ribu bisa 3x lebih mahal dari harga aslinya. Yaitu dengan membuat suatu usaha itu menjadi lebih kreatif dan menarik.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi yang besar di dunia. Bukan hanya untuk tujuan ekspor, masyarakat Indonesia sendiri pun juga suka minum kopi. Pada saat ini kemunculan tren nongkrong di Coffee Shop (kedai kopi) sangat digemari baik wanita, laki-laki, tua atau pun muda. Adanya tren tersebut menjadikan suatu peluang bisnis tersendiri bagi para pengusaha kedai kopi dan calon pengusaha kedai kopi. Meskipun persaingan dalam bisnis kedai kopi cukup ketat, anda tidak usah khwatir dengan persaingan usaha kedai kopi anda, karena setiap usaha kedai kopi pasti memiliki pasar sendiri dan konsep yang berbeda. Ketika seseorang itu memutuskan untuk memulai usaha kedai kopi tentunya tidak akan main-main dalam menentukan lokasi. Apalagi ketika anda mampu memberikan suatu yang istimewa, unik, dan beda dari kedai kopi lainnya, maka peluang keuntungan dari usaha kedai kopi ini masih sangatlah besar. Banyak kesempatan untuk bisa mengeruk keuntungan dari bisnis ini.

Saat ini minum kopi sudah menjadi gaya hidup (lifestyle) di Indonesia, bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, minum kopi adalah suatu ritual yang unik. Akhirnya minum kopi pun sudah mulai menjadi gaya hidup, baik kalangan elit, menengah, maupun masyarakat kecil. Bahkan seperti layaknya suatu ritual khusus, ritual minum kopi ini membutuhkan tempat yang juga istimewa untuk menikmati kelezatan kopi. Rasanya yang khas dan aromanya yang unik menjadikan kopi sebagai suatu hal yang menarik. Para penikmat kopi akan benar-benar memilih citarasa kopi yang nikmat dan tempat yang nyaman untuk menikamtinya. Dan alasan-alasan itulah yang bisa di manfaatkan oleh pengusaha kedai kopi atau calon pengusaha kedai kopi sehingga bisnis kedai kopi ini akan sangat menjanjikan ke depannya.

Baca Juga:  Hari Buruh, Momentum Perbaikan Kesejahteraan Para Pekerja

Jika dilihat dari banyaknya jumlah pemuda tersebut, trend konsumsi kopi di kalangan pemuda berpotensi besar meningkatkan jumlah konsumsi kopi di Indonesia. Pernyataan tersebut didukung oleh data yang bersumber dari International Coffee Organization (ICO) yang menunjukkan adanya trend kenaikan konsumsi kopi di Indonesia. Pada tahun 2015 ICO merilis data pertumbuhan jumlah peminum kopi di Indonesia, yaitu sebesar 8%, lebih besar daripada pertumbuhan dunia yang hanya mencapai 6%.

Selaras dengan ICO, data Hasil Proyeksi Konsumsi Kopi di Indonesia yang dirilis oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementrian Pertanian yang dirilis pada tahun 2018 pun menunjukkan terjadinya peningkatan konsumsi kopi nasional selama 4 tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan konsumsi kopi nasional mencapai angka 2,49%.

Melihat data peningkatan konsumsi kopi tersebut, tak dapat dipungkiri bahwa bisnis kedai kopi merupakan bisnis yang memiliki prospek yang baik ke depannya. Kini para pebisnis hanya perlu menginovasikan konsep kedai kopi yang unik agar dapat menarik para konsumen, sehingga mampu bersaing di dalam bisnis ini. Inovasi dalam pilihan menu yang disajikan pun dapat memengaruhi kesuksesan kedai kopi tersebut.

Baca Juga:  Teknologi Pembangun Generasi Millenial

Saat ini kopi dapat disajikan dengan campuran berbagai bahan-bahan lain, seperti susu segar, buah alpukat, dan lain-lain. Kualitas dari kopi yang disajikan pun dapat memberikan dampak yang besar bagi kesuksesan kedai kopi tersebut. Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, memiliki banyak jenis kopi yang ditanam di berbagai daerah di seluruh penjuru tanah air.

PHOTOGRAPH BY CHAIDEER MAHYUDDIN, AFP VIA GETTY

Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Statistik Kopi Indonesia, pada tahun 2017, luas areal perkebunan kopi diperkirakan mencapai 1.251.703 hektar, yang terdiri dari perkebunan rakyat, perkebunan besar, dan perkebunan besar negara. Luas areal perkebunan kopi ini naik dari yang sebelumnya hanya 1.246.657 hektar saja. Perkebunan-perkebunan ini tersebar di seluruh provinsi, kecuali di Provinsi DKI Jakarta, dengan Provinsi Sumatera Selatan sebagai provinsi yang memiliki areal perkebunan terluas (sekitar 263.108 hektar) dan produsen kopi terbesar (sekitar 120.904 ton), kemudian diikuti oleh Provinsi Lampung dengan luas areal perkebunan sekitar 160.953 hektar dan produksi mencapai 115.524 ton.

Walaupun Sumatera Selatan memiliki areal perkebunan terluas, namun daerah yang memiliki produktivitas tertinggi adalah Sumatera Utara yang memiliki produktivitas sebesar 1.265 Kg/Ha. Daerah-daerah di Sumatera memang terkenal akan hasil perkebunan kopinya. Kopi-kopi yang terkenal, seperti kopi Sidikalang, kopi Gayo, kopi Besemah, kopi Lampung, dan lain-lain memang sudah menjadi primadona sejak lama. Cita rasa serta aroma yang khas menjadikan kopi-kopi ini memiliki kualitas yang tak kalah dengan kopi-kopi kelas dunia. Namun tak hanya di Pulau Sumatera saja, terdapat pula kopi-kopi khas dari pulau lain, misalnya kopi Toraja dari Pulau Sulawesi dan kopi Jawa dari Pulau Jawa. Kopi-kopi ini pun memiliki cita rasa dan aroma yang tak kalah dari kopi Sumatera.

Baca Juga:  Andai Aku Seorang Belanda

Melihat kopi yang begitu banyak dinikmati dikalangan masyarakat, ada banyak peluang usaha yang menawarkan menjual minuman berkafein ini. Dengan melihat peluang usaha yang sangat besar, kami menghadirkan minuman kopi untuk anda. Peluang usaha bisnis dibidang minuman kopi, menjadi salah satu solusi di era ini. Dengan konsep usaha yang sangat mudah dan praktis untuk dijalankan.

Dengan mengamati perkembangan kopi yang kian pesat, kita memanfaatkan peluang usaha kopi dengan bergabung bersama minuman kopi. Kita kini mendaptkan penjualan di outletnya dari 30 sampai 40 cup dalam sehari.

Bagi sebagian orang ekonomi kreatif terdengar asing, namun disini saya berusaha untuk melakukan percobaan untuk membuka lapangan kerja demi membantu anak muda yang membutuhkan pekerjaan dalam bidang minuman kopi dengan cara menambahkan sedikit seni dalam varian kopi tersebut. Misalnya dengan menanbahkan cup dan dituliskan dengan kata-kata menarik. sehingga kopi tersebut membuat harga sedikit mahal dan menguntungkan.

Di tulis oleh: Ilham Sukma Trianaega, Mahasiswa IAIN Kota Langsa, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, Jurusan Manajemen Keuangan Syariah.

Artikel ini telah dibaca 52 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Kriteria Calon Kepala BIN Harus Mampu Menjawab Tantangan yang Multi Dimensional

4 Mei 2024 - 11:11 WIB

Hari Buruh, Momentum Perbaikan Kesejahteraan Para Pekerja

1 Mei 2024 - 14:05 WIB

Syair Ramadhan Tgk. Dailami, Ku Merindukannya

22 Maret 2024 - 10:09 WIB

Sarjana Pengangguran, Ku Tak Berpangku Tangan

20 Maret 2024 - 18:06 WIB

Satu Jam Lebih Dekat Bersama Abu Ketua Tastafi Aceh Selatan

20 Maret 2024 - 07:33 WIB

Kenapa Harus Leuser?

29 Februari 2024 - 05:47 WIB

Trending di Opini