Krusial.com — Maskapai Susi Air kembali melayani penerbangan dari Bandara Cut Nyak Dhien, Kabupaten Nagan Raya, dengan rute menuju Medan dan Banda Aceh. Kembalinya layanan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, tiba di Bandara Cut Nyak Dhien, Senin (2/11/2026), dan disambut langsung Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan bersama Wakil Bupati Raja Sayang, Bupati Aceh Barat Tarmizi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati yang akrab disapa TRK itu menyampaikan apresiasi atas kembali beroperasinya layanan penerbangan tersebut. Ia berharap kehadiran Susi Air tidak sekadar menghubungkan Nagan Raya dengan daerah lain, tetapi juga memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak maskapai.

Menurut TRK, akses transportasi udara yang semakin terbuka akan memudahkan perjalanan masyarakat, memperlancar aktivitas pemerintahan dan dunia usaha, serta meningkatkan daya tarik daerah bagi investor.

Ia menyebut Nagan Raya yang terbentuk pada 2002 melalui pemekaran dari Aceh Barat terus mengembangkan berbagai sektor pembangunan. Dengan konektivitas yang lebih baik, potensi daerah diharapkan semakin mudah dikembangkan.

Susi Pudjiastuti mengungkapkan, Nagan Raya dan Meulaboh memiliki hubungan sejarah dengan perjalanan Susi Air. Daerah tersebut menjadi salah satu titik penting dalam aktivitas kemanusiaan yang dilakukannya setelah gempa bumi dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.

Susi mengenang kedatangannya ke Aceh pada 28 Desember 2004, dua hari setelah bencana, bersama rombongan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di pengungsian.

“Awal mula Susi Air lahir di Nagan Raya, Aceh. Karena itu, daerah ini memiliki sejarah tersendiri bagi perjalanan Susi Air. Tanpa Nagan Raya, mungkin perjalanan Susi Air tidak akan seperti sekarang,” ujar Susi.

Ia berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang telah mendorong kembali beroperasinya penerbangan tersebut. Menurutnya, pesawat berukuran kecil yang dioperasikan Susi Air dapat menjadi solusi transportasi bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses udara.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Cut Nyak Dhien, Fanani Zuhri, mengatakan penerbangan Susi Air menjadi salah satu sarana transportasi penting bagi Nagan Raya dan wilayah sekitarnya.

Pihak pengelola bandara, kata dia, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan agar aktivitas penerbangan berjalan lancar dan berkelanjutan. Kehadiran layanan tersebut juga diharapkan dapat menghemat waktu perjalanan masyarakat.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan, penerbangan Medan menuju Nagan Raya dilayani setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu, pukul 07.00–08.15 WIB. Selanjutnya, penerbangan dari Nagan Raya menuju Banda Aceh beroperasi pada hari yang sama, pukul 08.30–09.25 WIB.

Untuk rute sebaliknya, penerbangan Banda Aceh menuju Nagan Raya dijadwalkan pukul 13.45–14.40 WIB. Kemudian, pesawat melanjutkan perjalanan dari Nagan Raya menuju Medan pada pukul 14.55–16.10 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, TRK juga menyampaikan rencana pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer pada 11 November 2026. Kegiatan itu ditargetkan melibatkan lebih dari 13.000 peserta dengan rute dari Bandara Cut Nyak Dhien hingga Masjid Giok Baitul A’la di Kota Suka Makmue.

Kembalinya penerbangan Susi Air diharapkan menjadi dorongan bagi peningkatan konektivitas wilayah, sekaligus memperkuat akses masyarakat Nagan Raya menuju pusat-pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. ***