Krusial.com — Bupati Aceh Barat Tarmizi SP mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak menghabiskan waktu ngopi di warung kopi saat jam kerja. Ia bahkan meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menindak tegas ASN yang kedapatan nongkrong di luar kantor ketika seharusnya menjalankan tugas.
Peringatan itu disampaikan Tarmizi saat memimpin apel bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Said Fadheil.
Tarmizi meminta Satpol PP tidak lagi sekadar mencatat atau menegur ASN yang ditemukan berada di warung kopi saat jam kerja. Ia menginstruksikan petugas membawa mereka ke kantor bupati untuk ditindaklanjuti.
“Ini peringatan kepada semuanya. Ke depan, Kasatpol PP ketika patroli, semua ASN yang ditemukan di warung tidak lagi dicatat namanya dan tidak lagi disuruh pulang, tapi wajib angkut mereka menggunakan mobil patroli keliling Kota Meulaboh,” kata Tarmizi saat memimpin Apel di halaman belakang Kantor Bupati Aceh Barat, Senin (2/11/2026).
Ia mengatakan, ASN yang terjaring akan dibawa ke kantor bupati dan kepala dinas dari instansi tempat mereka bekerja akan dipanggil. Tarmizi juga menyampaikan rencana pemberian Surat Peringatan (SP) kepada pejabat terkait, termasuk kepala dinas dan sekretaris dinas.
Bahkan, ia mengingatkan bahwa pejabat yang kembali melakukan pelanggaran hingga menerima SP 3 diminta mengundurkan diri dari jabatannya.
Sementara bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Tarmizi menyatakan kontrak pegawai yang bermasalah tidak akan diperpanjang pada Desember mendatang.
“Kalau yang ditemukan nantinya adalah PPPK, maka jangan diperpanjang kontraknya pada bulan Desember ini, termasuk dengan PPPK yang bermasalah juga tidak akan diperpanjang kontraknya,” ujarnya.
Pejabat Diminta Jaga Kekompakan
Selain kedisiplinan ASN, Tarmizi menyoroti hubungan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Ia meminta kepala dinas, sekretaris dinas, camat, dan sekretaris camat menjaga komunikasi serta keharmonisan di masing-masing instansi.
Menurutnya, hubungan kerja yang tidak harmonis dapat menghambat pencapaian target pemerintah daerah. Ia bahkan mengancam akan mencopot pejabat yang dinilai tidak mampu membangun kerja sama dalam organisasi yang dipimpinnya.
“Kalau masih kami temukan nantinya berarti tidak mampu mengatur dan tidak mampu menjadi pemimpin dan akan kami copot dari jabatannya. Karena tidak mungkin kita bisa bekerja kalau di tempat tugas tidak harmonis hubungannya,” tegas Tarmizi.
Ia menilai soliditas tim menjadi kebutuhan penting, terlebih pemerintah daerah sedang menghadapi keterbatasan anggaran, bencana, dan berbagai persoalan lainnya.
Banjir dan Realisasi Anggaran Jadi Agenda Raker
Usai apel, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dijadwalkan menggelar rapat kerja bersama pejabat daerah, termasuk para camat. Rapat tersebut membahas sejumlah agenda pemerintahan, di antaranya realisasi anggaran dan kesiapan menghadapi bencana.
Tarmizi menyinggung banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh Barat dalam dua hari terakhir. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur hingga rumah warga.
“Dua hari ini daerah kita mengalami musibah banjir, kurang dari 24 jam ada dua jembatan yang putus, rumah masyarakat hancur. Namun syukur alhamdulillah tidak dilanjutkan dengan hujan tadi malam, jika tidak maka akan ada masyarakat yang mengungsi,” kata Tarmizi.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, ia meminta seluruh jajaran bekerja maksimal untuk memenuhi target pemerintah daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran dan bencana tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pelayanan kepada masyarakat.
Tarmizi juga mengingatkan bahwa seluruh ASN merupakan pelayan publik yang harus memberikan pelayanan secara optimal, termasuk petugas di fasilitas umum seperti rumah sakit.
“Kita adalah pelayan masyarakat yang wajib melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kemudian di tempat fasilitas umum pelayanan khusus untuk masyarakat seperti rumah sakit harus ramah dan baik,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan