Krusial.com — Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat semakin meluas. Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 43 desa yang tersebar di 10 kecamatan masuk dalam wilayah terdampak dan pemantauan banjir.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Darmawan, kepada Krusial.com, Minggu (1/11/2026), mengatakan banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan luapan sungai di sejumlah wilayah.

“Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan berdampak pada permukiman warga, akses jalan, serta fasilitas umum. Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan, BPBD telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi semakin memburuk. Tim Rescue juga disiagakan bersama perahu karet di Desa Blang Cot Mameh, Kecamatan Woyla Barat, guna mendukung upaya penanganan apabila diperlukan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat yang diperbarui Minggu pukul 17.00 WIB, wilayah yang masuk dalam laporan tersebar di Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, dan Johan Pahlawan.

Di Kecamatan Pante Ceureumen, desa yang terdampak meliputi Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, Sikundo, dan Seumantok. Di Desa Sikundo, badan jalan dan pagar sekolah dilaporkan tergerus arus air. Bahkan, akses jalan menuju desa tersebut dilaporkan terputus.

Sementara di Kecamatan Sungai Mas, banjir tercatat di Desa Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Satu jembatan gantung yang menjadi penghubung Desa Kajeung dan Tungkop dilaporkan mengalami kerusakan berat. Akses jalan Geudong–Kajeung juga tertutup endapan lumpur.

Kerusakan turut terjadi pada rumah warga bernama Muhammad Safril di Desa Geudong. Bagian lantai dan badan rumahnya dilaporkan terkikis akibat aliran air.

Di Kecamatan Woyla Barat, enam desa masuk dalam laporan, yakni Cot Rubek, Cot Rambong, Cot Maleh, Napai, Blang Cot Mameh, dan Blang Luah. Sebelumnya, BPBD juga telah mengingatkan warga di sekitar Desa Napai untuk bersiaga menyusul peningkatan debit air.

Adapun wilayah lain yang masuk dalam laporan meliputi sembilan desa di Kecamatan Woyla, dua desa di Woyla Timur, dua desa di Arongan Lambalek, tiga desa di Panton Reu, tujuh desa di Kaway XVI, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Meureubo dan Johan Pahlawan.

Darmawan menyebutkan, kondisi air di sejumlah sungai masih perlu diwaspadai. Intensitas hujan di wilayah Pante Ceureumen masih tinggi, debit sungai di Desa Sikundo juga masih tinggi, sedangkan kondisi sungai di sekitar Jembatan Peuribu dilaporkan mengalami peningkatan.

Banjir mulai terjadi sejak Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Luapan Krueng Meureubo berdampak pada wilayah Pante Ceureumen, sementara luapan Krueng Woyla memengaruhi kawasan Kecamatan Sungai Mas.

“Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD menyiagakan personel di posko induk serta mengerahkan Pusdalops-PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memantau perkembangan situasi. Penanganan turut melibatkan TNI, Polri, RAPI Aceh Barat, UKM PK UTU, dan masyarakat,” ujarnya.

Hingga laporan sementara tersebut diterbitkan, belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara pendataan kerusakan dan kerugian akibat banjir masih berlangsung. ***