Krusial.com — Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat berdampak pada sejumlah wilayah di tiga kecamatan. Selain merendam rumah dan akses jalan, bencana tersebut juga menyebabkan satu jembatan gantung penghubung Desa Kajeung dan Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, mengalami kerusakan berat dan putus total.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Darmawan, mengatakan banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan luapan sungai di sejumlah wilayah.

“Berdasarkan laporan sementara pukul 08.00 WIB hari ini, banjir tercatat sudah melanda Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat,” kata Darmawan, kepada Krusial, Minggu (1/11/2026),

Ia menjelaskan, BPBD terus memantau perkembangan kondisi banjir dan menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas. Masyarakat di kawasan rawan juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama karena hujan masih berpotensi meningkatkan debit air sungai.

Di Kecamatan Pante Ceureumen, genangan banjir terjadi di Desa Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, dan Canggai. Sementara di Desa Sikundo, badan jalan dan pagar sekolah dilaporkan tergerus arus air.

Dampak banjir juga meluas ke Kecamatan Sungai Mas. Sejumlah desa yang terdampak meliputi Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Di wilayah tersebut, satu jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kajeung dan Tungkop dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, banjir turut merusak rumah warga. Rumah milik Muhammad Safril di Desa Geudong dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian lantai dan badan bangunan akibat terkikis air.

Sementara itu, kondisi di Kecamatan Woyla Barat mulai menunjukkan peningkatan debit air. Desa Napai menjadi salah satu wilayah yang dipantau setelah rumah warga mulai tergenang. Masyarakat di kawasan tersebut diminta bersiaga menghadapi kemungkinan kenaikan debit air.

“Luapan Krueng Meureubo berdampak pada wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, sedangkan luapan Krueng Woyla memengaruhi sejumlah desa di Kecamatan Sungai Mas,” jelas Darmawan.

Banjir ini mulai terjadi pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga laporan sementara diterbitkan pada Minggu pagi, hujan masih berintensitas tinggi di wilayah Pante Ceureumen. Kondisi air sungai di Desa Sikundo juga masih tinggi.

BPBD Aceh Barat telah menyiagakan personel di posko induk. Pusdalops-PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) terus memantau perkembangan banjir di sejumlah wilayah terdampak, sementara Tim Rescue disiapkan untuk melakukan penanganan apabila diperlukan.

Pemantauan dan penanganan turut melibatkan unsur TNI, Polri, RAPI Aceh Barat, UKM PK UTU, serta masyarakat setempat.

Hingga laporan sementara tersebut diterima, belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Adapun kerugian akibat banjir masih dalam proses pendataan. ***