Krusial.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menelusuri polemik kandungan pemanis buatan dalam produk Beeru Stevia setelah muncul dugaan adanya zat sukralosa dan neotam yang tidak tercantum pada label komposisi. Persoalan ini mencuat setelah influencer Dokter Detektif (Doktif) membagikan hasil pengujian laboratorium terhadap produk tersebut.
Menanggapi temuan itu, BPOM menyatakan sedang melakukan pengambilan sampel dan pengujian laboratorium untuk memastikan kandungan produk yang beredar di pasaran.
“Saat ini, BPOM masih melakukan penelusuran untuk pengambilan sampel dan pengujian. Informasinya akan disampaikan setelah hasil uji tersedia,” demikian penjelasan BPOM RI saat dikonfirmasi pada Kamis (29/10/2026), seperti dikutip dari detikHealth, Sabtu (31/10).
Di tengah polemik tersebut, Beeru Indonesia mengumumkan penghentian sementara penjualan Beeru Stevia. Manajemen perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas keresahan yang muncul akibat persoalan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Beeru Indonesia menjelaskan bahwa proses produksi Beeru Stevia dilakukan melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang bertanggung jawab atas formulasi, pengadaan bahan baku, hingga proses produksi.
“Perlu kami sampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi. Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut,” tulis manajemen Beeru Indonesia.
Polemik ini bermula dari unggahan Doktif yang mempertanyakan klaim Beeru Stevia sebagai produk pemanis berbahan stevia murni dengan nol kalori. Produk tersebut dipasarkan sebagai alternatif pemanis, termasuk bagi masyarakat yang sedang menjalani program diet dan mengurangi asupan kalori.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram-nya, Doktif menyebut hasil pengujian laboratorium menunjukkan adanya kandungan karbohidrat dan energi dalam produk tersebut.
“Tadi dokter dengar kan nol kalori ya. Dan cocok digunakan untuk teman-teman yang lagi diet dan defisit kalori. Tapi berdasarkan hasil lab, dokter kurang setuju,” ujar Doktif dalam unggahannya, dikutip Krusial, Sabtu (31/10).
Dokumen hasil pengujian yang ditampilkan Doktif mencantumkan kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel.
Selain itu, dokumen tersebut juga menunjukkan adanya kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.
Doktif menyoroti keberadaan kedua zat tersebut karena menurutnya tidak tercantum dalam daftar komposisi pada kemasan Beeru Stevia.
“Kalian lihat, ada neotam dan sukralosa. Itu adalah pemanis buatan. Sementara di komposisinya tidak tertulis neotam dan sukralosa,” katanya.
Ia juga membandingkan angka yang tercantum dalam dokumen pengujian tersebut dengan ketentuan BPOM mengenai penggunaan pemanis buatan. Doktif mengklaim kadar kedua zat itu melampaui batas yang diperbolehkan.
Meski demikian, temuan yang dibagikan Doktif tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pengujian resmi BPOM. Hingga kini, hasil penelusuran dan pemeriksaan laboratorium dari lembaga pengawas tersebut belum diumumkan.
Kepastian mengenai kandungan Beeru Stevia, kesesuaian informasi pada label, serta pemenuhan ketentuan keamanan pangan masih menunggu hasil pemeriksaan BPOM. ***

Tinggalkan Balasan