Krusial.com | Banda Aceh – Penyakit Moler atau layu Fusarium merupakan ancaman serius bagi tanaman bawang merah. Banyak petani yang gagal panen akibat tanamannya terserang penyakit yang disebabkan pathogen Fusarium oxysporum f.sp. cepae ini.

Penyakit ini juga menjangkiti bawang merah yang dibudidayakan oleh masyarakat Gampong Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Hal ini terungkap dalam pelatihan Program Patriot Pangan yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala melalui flatform Kedaireka Kemendikbudristek, 19-22 Oktober 2022.

Dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan tersebut, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si memperkenalkan biopestisidaPr Tricoderma sp sebagai solusi untuk mencegah dan menanggulangi penyakit yang merugikan petani tersebut.

Menurut Rina, serangan penyakit layu fusarium ini biasanya mengganas di musim penghujan atau kondisi lingkungan tanah yang lembab. Ia menyerang tanaman bawang merah saat umur tanaman 35-45 hari setelah tanam. Gejalanya adalah tanaman bisa layu secara mendadak, warna daun berubah menjadi menguning dan melengkung.

“Akar tanaman juga membusuk dan sangat mudah tercabut. Daun mengkerut dan melintir, serta umbinya membusuk dengan adanya koloni jamur berwarna putih,” kata Rina.

Profesor proteksi tanaman ini berharap pelatihan ini dapat memberi skill bagi petani untuk membuat sendiri biopestisida hayati yang dibutuhkannya sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas tanaman yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Koordinator Kegiatan yang juga merupakan Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc, menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan mulai dari pelatihan teknik budidaya, pembuatan pupuk hayati dan biopestisida, penguatan hilirisasi produk turunan, hingga penguatan kelembagaan tani. Narasumbernya terdiri-dari: Dr. Siti Hafsah, SP., M.Si (Agroteknologi), Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si (Proteksi Tanaman), Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc (Teknik Pertanian), dan Dr. T. Saiful Bahri, M.Si (Agribisnis).

Keuchik Gampong Cot Cut, Muhammad Zein mengaku pihaknya sangat senang mendapat pelatihan dan pendampingan USK ini. Ia berharap desanya bisa menuju sentra bawang merah di Kabupaten Aceh Besar.(Redaksi)