Krusial.com — Buah kerap menjadi pilihan untuk salad, jus, hingga smoothie karena praktis dan dianggap menyehatkan. Namun, menurut ahli gizi, tidak semua jenis buah disebut cocok dikombinasikan dalam satu waktu.

Beberapa kombinasi buah dinilai dapat membuat pencernaan terasa tidak nyaman, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Keluhan yang mungkin muncul antara lain kembung dan gangguan pencernaan.

Dokter ahli gizi dari Vietnam Institute of Applied Medicine, Toan Thi Ngoc Anh, menjelaskan bahwa setiap buah memiliki karakteristik berbeda dan dapat dicerna dengan kecepatan yang tidak sama.

“Akibatnya, kombinasi buah tertentu bisa mengganggu sistem pencernaan seiring waktu berjalan,” ujar Anh, dikutip Krusial dari VN Express, Minggu (26/9/2026).

Anh mengelompokkan buah berdasarkan karakteristiknya, yakni buah asam seperti jeruk dan lemon, buah manis seperti pisang dan anggur, buah netral seperti pepaya dan apel, serta buah kaya air seperti semangka dan melon.

Menurut Anh, perbedaan karakteristik tersebut perlu diperhatikan ketika buah dikonsumsi bersamaan. Berikut beberapa kombinasi yang disarankan untuk dihindari:

1. Melon dengan buah lainnya

Melon dan semangka memiliki kandungan air yang tinggi sehingga relatif cepat melewati saluran pencernaan.

Anh menyarankan melon dikonsumsi secara terpisah karena mencampurnya dengan buah lain yang membutuhkan waktu pencernaan berbeda disebut dapat memicu rasa kembung dan tidak nyaman pada perut.

Ia menyarankan memberi jeda sekitar 30 menit sebelum atau sesudah mengonsumsi melon dengan makanan atau buah lainnya.

2. Buah bertepung dan buah kaya protein

Pisang termasuk buah yang relatif tinggi pati. Sementara itu, jambu, alpukat, dan kiwi disebut memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibanding sejumlah buah lainnya.

Menurut Anh, mengonsumsi kedua kelompok buah tersebut secara bersamaan dapat membuat tubuh bekerja mencerna berbagai jenis zat secara bersamaan.

Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi memperlambat proses pencernaan dan memicu kembung pada sebagian orang.

3. Buah asam dan buah manis

Kombinasi lain yang disoroti adalah buah asam seperti jeruk dan stroberi dengan buah yang memiliki rasa manis alami seperti pisang atau anggur.

Anh menyebut kombinasi tersebut dapat membuat proses pencernaan menjadi kurang nyaman dan berpotensi menyebabkan fermentasi lebih cepat di saluran cerna.

Ia juga mengaitkannya dengan perubahan kondisi asam di lambung yang pada sebagian orang dapat menimbulkan keluhan seperti mual, sakit kepala atau rasa lelah.

4. Pepaya dan lemon

Pepaya dan lemon sama-sama memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Namun, Anh menyarankan agar keduanya tidak dikombinasikan secara berlebihan. Ia menyebut campuran pepaya dan lemon dapat mengganggu keseimbangan hemoglobin dan berpotensi menimbulkan masalah tertentu.

Pada anak-anak, Anh juga mengingatkan adanya kemungkinan gangguan metabolisme atau reaksi alergi, mengingat kondisi pencernaan setiap anak berbeda.

5. Buah dan sayuran

Salad yang mencampurkan buah dan sayuran memang cukup populer. Namun, kombinasi tersebut juga disebut perlu diperhatikan.

Buah mengandung gula alami, sedangkan sejumlah sayuran kaya serat yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Anh mencontohkan perpaduan selada dan nanas yang sering ditemukan dalam salad.

Menurut dia, perbedaan karakteristik tersebut dapat membuat proses pencernaan terasa lebih berat pada sebagian orang.

Selain memperhatikan jenis buah, jumlah yang dikonsumsi juga penting. Mengonsumsi buah dalam jumlah besar sekaligus dapat meningkatkan asupan gula dan serat sehingga berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan.
Anh menyarankan konsumsi buah diberi jarak sekitar 1–2 jam sebelum atau setelah makan utama.

Pada akhirnya, respons tubuh terhadap kombinasi makanan dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, memperhatikan porsi dan mengenali makanan yang memicu keluhan pencernaan menjadi hal penting dalam menjaga pola makan. ***