Penulis: Riskha Ariesna
Konflik yang terjadi di Palestina saat ini beberapa orang yang percaya Israel dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang mencoba melakukan genosida dan bahkan konflik tersebut sudah diprediksi oleh pengamat politik dunia karena serangan Israel yang luar biasa tidak imbang ke Palestina dengan anggota HAMAS yang hanya berjumlah 50.000 dan IDF sebanyak 400.000 pasukan.
Dalam karir politiknya, Benjamin Netanyahu telah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel sebanyak dua kali di periode 1996-1999 dan 2009-2021.
Sejak tahun 2019 Israel mengalami krisis demokrasi dengan 4 tuduhan kasus korupsi pada Benjamin Netanyahu. Sepanjang tahun 2019 Israel mengadakan Pemilu sebanyak empat kali, dalam kondisi ini Benjamin Netanyahu melakukan segala cara agar ia tetap berkuasa. Meskipun Benjamin Netanyahu terus saja memenangkan pemilu namun pemerintah tetap tidak bisa dibentuk dan parlemen berujung bubar.
Pada saat pandemi, Maret 2020 Benjamin Netanyahu sadar bahwa ia tidak bisa mengelola krisis pandemi di Israel, akhirnya ia membentuk pemerintahan persatuan dengan “Central Party”, dimana setiap 6 bulan pemimpinnya Central Party diganti dengan Perdana Menteri “Benjamin Netanyahu”.
Tahun 2022, begitu ia diganti menjadi Perdana Menteri, dia langsung mengadakan pemilu ke-5 dan tetap memenangkannya. Akan tetapi, sikap ambis Benjamin Netanyahu atau disebut “Bibi” bersikeras membentuk anggota partai dengan kelompok ekstrimisme anti Palestina dan membubarkan Central Party. Partai ini dibentuk dengan tujuan agar ia tetap dapat mempertahankan kekuasannya.
Sebagian orang berpandangan bahwa tokoh-tokoh yang digandeng Bibi merupakan tokoh super power dunia dan sangat anti kemanusiaan, salah satunya “Bezalel Smotrich” yang dikenal sebagai tokoh fobia Islam, anti Palestina dan bahkan ia bagian dari gerakan perluasan pemukiman yahudi sebagai Menteri Keuangan.
Bezalel juga memiliki kuasa untuk memperluas pemukiman yahudi sekitar 60% di wilayah West Bank. Bibi juga menunjuk Itamar Ben-Gvir sebagai Menteri Keamanan Nasional, padahal sebagian orang berpandangan bahwa partai yang dimiliki Itamar adalah “Partai Teroris”.
Bayangkan saja, Itamar ini berani mengkampanyekan agar warga Arab keluar dari Israel, ia juga salah satu toko yang mendukung “Aneksasi” Israel di West Bank. Sosok Itamar sebagai seorang yang dikenal sangat ekstrim ia tidak boleh mengikuti pelatihan IDF (Israel Defence Forces) karena sudah dianggap terlalu ekstrimis.
Sehingga seluruh dunia percaya, partai yang akan dibentuk Netanyahu dengan melibatkan tokoh-tokoh ekstrim untuk menciptakan genosida secara besar-besaran. Terlebih dengan memberikan posisi penting di pemerintahan kepada tokoh-tokoh tersebut.
Benjamin Netanyahu, sangat senang dengan orang-orang yang satu pemikiran dengannya. Bahkan ia terbilang sangat sering menyuarakan ujaran kebencian. Sebelum ia menjabat sebagai Perdana Menteri.
Ia menyuarakan kebenciannya terhadap Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin terlebih ketika Yitzhak pada saat itu sedang melakukan negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina. Pada tahun 1995 Yitzhak mengadakan pidato di depan 100.000 orang Israel yang juga menyuarakan aksi perdamaian Israel dan Palestina, Yitzhak tiba-tiba diserang oleh aktivis sayap kanan yang tidak mendukung perjanjian perdamaian tersebut. Ia ditembak dan di eksekusi secara brutal oleh kelompok yang kontra terhadap perjanjian tersebut.
Pers Israel menduga tragedi tersebut ada kaitannya dengan Benjamin Netanyahu, namun Bibi membantah tuduhan tersebut dan tidak ada kaitannya dengan dia. Pada 7 Oktober 2023 yang lalu, warga Israel kembali mendemo Benjamin Netanyahu, ada apa sebenarnya?.
Warga Israel mengklaim dengan berbagai tuduhan korupsi yang dilakukan Bibi, dan ternyata ia juga mencoba merombak Peradilan Israel dan menghilangkan kemampuan Mahkamah Agung untuk mengadili dirinya atas tuduhan-tuduhan korupsinya. Ia juga tidak hanya diprotes luar biasa oleh rakyatnya sendiri, tetapi ia juga tidak disukai petinggi dari negara lain.
Bahkan dalam KTT G-20 Presiden Perancis Nicolas Sarkozy tidak sadar bahwa microfonnya mati dan ia sempat berbincang dengan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama “Netanyahu Is a liar”, Netanyahu adalah seorang pembohong.
Selain itu mantan Sekretariat Jenderal NATO Javier Solana mengatakan bahwa, Bibi adalah politisi terburuk dalam sejarah Israel ia juga menjelaskan bahwa meskipun AS mendukung Israel, Presiden Jo Biden sama sekali tidak menyukai Benjamin dan belum pernah menerima dia di “White House”. Lalu, mengapa para sekutu Israel sampai saat ini banyak mendukung dan memasok banyak sekali investasi untuk genosida ini ?.
Selama ini orang-orang berfikir alasannya adalah minyak, atau kekuatan di tengah negara kekuasaan minyak. Tapi saat ini banyak sekali yang membahas tentang “The ben Gurion Canal” yang nenghasilkan 9$ Miliar/tahun untuk Mesir, dan dipercaya Israel, Amerika Serikat, Inggris dan Perancis ingin membuat Canal untuk menyaingi terusan swass yang menghasilkan lebih banyak uang lagi, dengan memakai senjata nuklir terusan Israel akan bisa dilewati dua kapal sekaligus menjadikannya jauh lebih menghasilkan.
Diperkirakan terusan tersebut akan membentang dari teluk Akaba di laut merah, Eilat atau kota pelabuhan di Kota Yordania dan berakhir di jalur Gaza tepatnya di Gaza Utara. Sehingga itu Israel meminta warga Palestina untuk keluar dan pindah ke daerah selatan. Jadi semua yang kita lihat saat ini, pembunuhan warga sipil, pelanggaran HAM dan semua ini hanyalah rencana barat untuk menguasai ekonomi dunia.***
Tinggalkan Balasan