Musa bin Nusayr adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam, terutama dalam penyebaran Islam ke wilayah barat, termasuk Spanyol dan Portugal, yang dulu dikenal sebagai Al-Andalus. Ia dikenal sebagai jenderal, gubernur, dan pemimpin yang cakap, yang berjasa besar dalam penaklukan dan penguasaan wilayah tersebut oleh kaum Muslim. Ia lahir di Jazirah Arab pada tahun 640 M dan berasal dari keluarga Arab keturunan suku Lakhmid.

Ayahnya pernah bekerja sebagai asisten Muawiyah bin Abu Sufyan, khalifah pertama dari Dinasti Umayyah. Sejak kecil, Musa tumbuh dalam lingkungan militer dan pemerintahan, sehingga ia memiliki kemampuan hebat dalam strategi militer dan urusan pemerintahan. Sekitar tahun 698 M, Musa diangkat menjadi gubernur wilayah Ifriqiya (sekarang mencakup Tunisia, sebagian Libya, dan timur Aljazair) oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan.

Musa berhasil menaklukkan dan menyatukan Afrika Utara dengan cara yang cerdas. Selain memakai kekuatan militer, ia juga menggunakan pendekatan damai dan adil, terutama kepada suku Berber. Karena perlakuannya yang baik, banyak orang Berber yang menerima Islam dan bahkan menjadi tokoh penting, seperti Tariq bin Ziyad yang memimpin penaklukan Spanyol.

Untuk menjaga wilayah yang dikuasainya, Musa membangun kota-kota baru, memperkuat angkatan laut, dan membuat sistem pemerintahan yang rapi. Ia juga mendirikan masjid, mengatur pajak, dan memperhatikan pendidikan Islam.

Memberikan Akses ke Al-Andalus Setelah penaklukan tentara Muslim atas Afrika Utara, terutama selama Dinasti Umayyah, wilayah Maghreb yang mencakup Maroko, Aljazair, dan Tunisia menjadi fondasi penting untuk ekspansi masa depan ke Eropa barat laut. Kerajaan Visigot di Semenanjung Iberia mengalami krisis politik sekitar awal abad kedelapan.

Beberapa tokoh yang menjadi lawan politik Raja Roderick dari dalam kerajaannya sendiri mulai memberontak, bahkan sebagian pemimpin daerah seperti Count Julian meminta bantuan kepada Musa ibn Nusayr. Musa memandang ini sebagai kesempatan yang dihitung untuk memperluas kendali Islam di benua Eropa.

Setelah wilayah magrib relatif stabil, Musa bin Nusyr menerima kabar tentang konflik internal dan ketidakpuasan di kerajaan Visigoth (penguasa kristen di semenanjung iberia). Kerajaan itu saat ini berada dalam krisis suksesi setelah kematiannya Raja Witiza, dan Raja Roderic yang menggantikannya menghadapi perlawanan dari faksi dalam kerajaan.

Beberapa tokoh dalam kerajaan Visigoth yang merasa tersingkir mendekati Musa dan meminta bantuan, serta menjanjikan dukungan militer jika pasukan muslim menyerbu Iberia. Melihat ini sebagai peluang emas untuk memeperluas wilayah islam, Musa menyetujui ekspedisi militer berskalakecil sebagai percobaan.

Pada tahun 711 M, atas perintah Musa, jenderalnya Tariq bin Ziyad memimpin sekitar 7.000 pasukan, kebanyakan orang Berber, menyeberangi selat Gibraltar (yang namanya berasal dari “Jabal Tariq” atau Gunung Tariq). Mereka berhasil mengalahkan pasukan raja Roderic dalam pertempuran Guadalete. Kemenangan ini membuka jalan bagi ekspansi lebih lanjut ke Iberia.

Ketika mendengar keberhasilan Tariq, musa bin nusayr memutuskan untuk memimpin sendiri ekspedisi besar ke Iberia. Ia menyeberang dengan sekitar 18.000 pasukan tambahanpada tahun 712 M. Kedatangannya memperkuat kendali atas wilayah yang telah ditaklukkan Tariq dan memungkinkan perluasan kekuasaan ke kota-kota penting seperti Sevilla, Merida, dan Toledo.

Meski sempat terjadi ketegangan antara Musa dan Tariq terkait penghargaan dan kekuasaan atas wilayah yang ditaklukkan, keduanya akhirnya melaporkan kesuksesan mereka kepada khalifah al-walid bin abdul malik di damaskus. Namun, karena perubahan politik di pusat kekhalifahan dan kecemburuan atas popularitas mereka, Musa dan Tariq dipanggil kembali ke Damaskus dan kekuasaan mereka atas al-andalus dicabut. Musa bahkan dilucuti dari jabatannya dan hidup dalam kondisi yang tidak sebaik sebelumnya.

Kontribusi Musa bin Nusayr terhadap berdirinya al-Andalus sangat berkaitan erat dengan dasar-dasar kekuasaan yang ia dirikan terlebih dahulu di Afrika Utara. Penaklukan Iberia mungkin tidak akan terjadi secepat dan seberhasil itu jika wilayah Maghreb tidak stabil dan dia tidak berhasil mengorganisir serta menyatukan tentara Muslim dan Berber.

Beberapa warisan penting Musa antara lain:

  • Stabilitas dan islamisasi Afrika Utara, yang menjadi basis kuat bagi ekspansi Islam ke Barat.
  • Pengangkatan pemimpin lokal seperti Tariq bin Ziyad, yang menunjukkan kemampuan Musa mengenali dan memberdayakan talenta.
  • Perluasan wilayah kekuasaan Islam hingga eropa, yang membuka babak baru dalam sejarah peradaban Islam di Barat.

***Penulis: Munawarah,Mahasiswa Prodi Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.