Penulis: Al faqir Muhammad Andri Fihkri.

Ketika Barat (Eropa) mengartikan ilmu pengetahuan itu sebagai science / knowledge, maka itu sebuah pengkerdilan terhadap Arti ilmu itu sendiri. Karna jika ilmu hanya sebatas science / tranfers knowledge maka hilanglah sisi keilmuan yang berkaitan dengan Rohani dan Bathin seperti Adab ,akhlak, pikiran dan Budi luhur.

Jadi makna “ilmu” itu sangat tinggi dan gramatika bahasanya sangat luas, jika barat ingin memaknai ilmu itu secara kehendak Mereka maka science itu tidak sesuai dengan makna ilmu yang ada di dalam konteks islam.
Sebab kata ilmu itu di Ambil dari bahasa Arab yang gramatika kosa kata nya sangat luas. “علم”.

Seharusnya Barat juga harus menuliskan “ILMI /ILMU” Walau Dalam konteks bahasa English .Jangan gunakan kata science sebab kata tsb tak mampu memaknai pengetahuan secara komprehensif.

Dalam Konteks ini juga, ilmu Adalah sebuah ” Nur” cahaya yang diberikan oleh Allah pada penuntut ilmu. Imam Muhammad bin Idris As Syafi’i ( 204 H W) telah menyampaikan hal ini dalam Ungkapan beliau :

العلم نور ونور الله لايهدى لعاصي

“ilmu itu Adalah Cahaya,Dan cahaya tak akan Allah Berikan pada seseorang Yang bermaksiat”

Tolong kita fahami bersama bahwa Agama Islam sangat menjaga dengan baik. proses dalam mendapatkan secercah ilmu.lalu bagaimana dengan barat yang mengajarkan murid laki lakinya dengan menggunakan rok mini, celana pendek bahkan di tempat yang tak wajar.sehingga dari cara ajar tersebut lahirlah seorang yang jauh dari kata cahaya ilmu sebab mereka mendapatkan dengan jalan maksiat.

Dalam pandangan Barat Islam hanya sebatas Agama yang di ajarkan kepada umat. Tapi Barat juga perlu mengetahui Bahwa Islam Adalah agama yang Complete Dalam segala Hal. ilmu ,Amal ,Adab ,pikiran,tujuan dan Capaian Dalam agama tsb. Sehingga kita sebagai umat muslim juga jangan sampai terpengaruh dengan pikiran yang dibawa oleh Barat dan kroni kroninya dan jika itu terjadi maka di sebut westernisasi (mengikuti budaya Barat dalam berkehidupan) Dalam Islam.

Syukron jazakumullah khairan Ahsanul jaza’.