Di tengah defisit anggaran, tim kesekretariatan kepala Nagari Konoha memamerkan sikap dermawan yang mencolok. Mereka mengangkat berbagai berita tentang kehebatan pejabat Konoha yang berbagi santunan dengan uang sedekah orang lain. Yang lebih hebat lagi, sang petugas yang dikenal mahir dan piawai dalam mengangkat telur-telur yang akan dijual kepada pembeli, kali ini justru menjebak pejabat Konoha untuk tampil di berbagai momen pembagian santunan uang sedekah rakyat. Seolah-olah, hasil kerja keras petugas dan sumbangsih pejabat Konoha merupakan sumber dana tersebut.

Masyarakat sering dibuat bingung oleh sikap pejabat Konoha yang mau saja dibodohi oleh petugas pemungut sedekah rakyat tersebut. Anehnya lagi, sang pejabat dengan bangga menunjukkan wajahnya kepada berbagai media, seolah-olah sedekah rakyat menjadi bagian miliknya yang kemudian dibagikan kembali kepada para penerima.

Saat ini, istilah “No Viral No Justice” sedang marak digunakan. Namun, di negeri kecil kami, justru sedang ramai aktivis melakukan upaya mengangkat telor dan mendadak menjadi paparazi dengan mencari foto-foto wajah pejabat Negeri Konoha. Bisa dibayangkan bagaimana kedepannya kota kecil kami jika semua rakyat terus ditipu dengan cerita dongeng yang seakan menjadi kisah pengantar sebelum tidur. Padahal, di luar sana, banyak masyarakat yang tidak tidur karena pejabat Konoha enggan membayar hutang kepada mereka.

Catatan: Tulisan ini hanya karangan untuk menghibur belaka. Jika ada yang mencoba memahami namun salah paham, kami mohon maaf karena tulisan ini hanya untuk mengisi kekosongan waktu senggang di sela banyaknya curhatan masyarakat yang mengadu nasib karena banyak terhutang.

***Curhatan masyarakat pinggir
(Anek Rimba) Salam Akal Sehat #Penulis Malam