Krusial.com — Zainal Abidin Simatupang terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Singkil periode 2025–2030 dalam Konferensi PGRI XXIII yang berlangsung di Aula Kodim 0109/Aceh Singkil, Sabtu (9/5/2026).

Zainal yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD SD Negeri Situban Makmur Kecamatan Danau Paris serta Ketua Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Singkil Utara itu berhasil memenangkan pemilihan setelah melalui persaingan ketat.

Konferensi organisasi profesi guru tersebut dibuka Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi, yang diwakili Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal.

Kegiatan itu turut dihadiri pengurus PGRI kabupaten, pengurus PGRI Provinsi Aceh, ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ketua PGRI Aceh Singkil periode sebelumnya, M. Najur, mengatakan konferensi tahun ini mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”.

Menurutnya, konferensi seharusnya dilaksanakan pada akhir 2025, namun tertunda akibat sejumlah kendala, termasuk bencana banjir yang melanda daerah tersebut.

Ia menilai munculnya sejumlah kandidat dalam pemilihan ketua menunjukkan kaderisasi di tubuh PGRI Aceh Singkil berjalan dengan baik.

“Organisasi ini menegaskan peran strategis guru dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Najur.

Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan bahwa guru merupakan ujung tombak kemajuan daerah dan bangsa.

“Transformasi pendidikan tidak akan berjalan tanpa guru yang profesional, adaptif, dan terus meningkatkan kapasitas diri mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Ia menegaskan guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membentuk karakter generasi bangsa. Karena itu, PGRI diharapkan mampu melahirkan pendidik yang inovatif dan berintegritas.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir, yang diwakili Bakhtiar, berharap konferensi dapat melahirkan kepengurusan yang amanah dan solid dalam memperjuangkan kesejahteraan serta profesionalisme guru.

“Saya berharap proses pemilihan berjalan demokratis dan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun persaudaraan dan solidaritas harus tetap diutamakan,” ujar Bakhtiar.

Usai pembukaan, konferensi dilanjutkan dengan sidang pleno yang dipimpin Indra Ardi bersama sejumlah pimpinan sidang lainnya.

Dalam pemilihan ketua, awalnya muncul tiga kandidat, yakni Indra Ardi, Zainal Abidin Simatupang, dan Ahmad Akbar. Namun, Indra Ardi mengundurkan diri saat penyampaian pernyataan kesediaan calon.

Pemungutan suara kemudian diikuti dua kandidat, dengan hasil Zainal Abidin Simatupang memperoleh 19 suara, sedangkan Ahmad Akbar meraih 14 suara.

Selain memilih ketua, konferensi juga menetapkan susunan pengurus lainnya melalui sidang tim formatur, yakni Purwati Ginting sebagai Wakil Ketua I, Syafriadi sebagai Wakil Ketua II, Rusman sebagai Wakil Ketua III, dan Suriadi sebagai Sekretaris.

Dalam sambutannya usai terpilih, Zainal Abidin Simatupang mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga kebersamaan demi kemajuan organisasi.

“Dalam konferensi, dinamika dan perbedaan pendapat itu wajar. Namun, kebersamaan dan kemajuan PGRI harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.***