Krusial | Aceh Selatan – BMKG Aceh merilis prospek cuaca dan potensi cuaca ekstrem di wilayah Aceh pada periode 16 hingga 22 April 2024. Dalam press release tersebut disebutkan Anomali SST di Samudra Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) netral (indeks +0.22). Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan El Nino Moderat (indeks +1.39) kondisi ini menunjukkan El Nino secara gradual terus turun dari periode sebelumnya (kondisi El Nino sudah berlangsung selama 32 dasarian), dan akan beralih menjadi Netral mulai Mei-Juni-Juli (MJJ) 2024.

Saat ini terpantau adanya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di sebagian besar wilayah Aceh. Suhu permukaan laut yang hangat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air) di Samudra Hindia Barat Aceh dan Perairan Utara Aceh.

Selain itu, keadaan atmosfer menunjukkan kondisi udara yang cukup labil.Berdasarkan.

kondisi tersebut, wilayah Aceh dalam periode tanggal 16 April hingga 22 April 2024 masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan durasi yang cukup lama dan cakupan wilayah yang luas sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (Banjir Bandang, Longsor, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi).

Waspada potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah Aceh pada periode tanggal 16- 22 April 2024 diperkirakan di wilayah Aceh Selatan, meliputi Kecamatan Kluet Timur, Kluet Selatan, Kota Bahagia, Meukek, Labuhan Haji, Labuhan Haji Barat dan Labuhan Haji Timur.

Beberapa wilayah perairan yang patut diwaspadai terkait tinggi gelombang antara lain, untuk tinggi gelombang 1.25 – 2.50 meter di wilayah Selat Malaka Bagian Utara,Perairan Barat Aceh, Samudera Hindia Barat Aceh, sedangkan tinggi gelombang 0.01 – 1.25 meter di wilayah Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Meulaboh – Kep. Sinabang dan Perairan Lhokseumawe. Menanggapi hal itu, Kalaksa BPBD Aceh Selatan, H. Zainal A, mengimbau agar masyarakat untuk mewaspadai dampak bencana Hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor serta gelombang laut tinggi di perairan Aceh Selatan.

“Untuk menghindari terdampak cuaca ekstrem bencana hidrometeorologi kami mengimbau agar masyarakat Aceh Selatan untuk waspada, terutama masyarakat yang bermukim di lereng pegunungan, pesisir dan nelayan,” kata Kalaksa BPBD Aceh Selatan, H. Zainal A,  pada Rabu, 17 April 2024.

Zainal melanjutkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait  lainnya, untuk memantau kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air guna mengantisipasi peningkatan curah hujan.

“BPBD Aceh Selatan juga mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi,” sebutnya.***