Krusial | Probolinggo – Sebanyak 24 warga terancam ambrol atau terkena dampak longsor. Retakan tanah terjadi di beberapa titik perkampungan warga di lereng Gunung Argopuro, tepatnya di Dusun Brigaan, Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Oemar Sjarif, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar mengungkapkan, 20 rumah masih dalam kondisi terancam, sedangkan yang empat rumah sudah tidak aman untuk dihuni.

“Empat rumah sudah dikosongkan, dan penghuninya mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah saudara,” ujar Oemar saat dikonfirmasi, Sabtu (1/3/2025).

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan tenda darurat bagi warga yang terdampak. Warga juga diminta tetap waspada, terutama saat malam hari.

Ia pun meminta kepada seluruh personil untuk memahami kondisi retakan tanah lebih lanjut, BPBD Jawa Timur bersama ITS Surabaya telah melakukan survei dengan menggunakan alat mikrotremor. Pengukuran retakan sepanjang 100 meter dilakukan di 13 titik antara 19 hingga 20 Februari 2025.

“Kami masih menunggu hasil penelitian dari survei tersebut,” jelas Oemar.

Lebih lanjut menurutnya, retakan tanah ini diduga terjadi akibat kondisi tanah yang labil, diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang membuat tanah semakin tidak stabil.

“Sampai saat ini, kami masih menunggu rekomendasi dari hasil survei dari BPBD Jatim dan ITS Surabaya. Apakah nantinya disarankan untuk relokasi rumah-rumah terdampak,” kata Oemar terkait retakan tanah di Probolinggo. (Prayitno)***