Krusial | Aceh Singkil – Meningkatnya populasi buaya di perairan Singkil, Aceh Singkil, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat. Keberadaan reptil ini tidak hanya semakin sering terlihat, tetapi juga telah memakan korban jiwa.

Raja Tinambunan, warga Desa Rantau Gedang, mengungkapkan bahwa populasi buaya di perairan Singkil terus bertambah dan semakin mengancam keselamatan warga. Ia berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi konflik antara manusia dan buaya.

“Buaya-buaya ini terus bertambah, mungkin karena makanan mereka sudah mulai berkurang. Sebaiknya pemerintah membuat penangkaran agar mereka tidak lagi berkeliaran di sungai,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).

Sementara itu, Zulkarnaen, warga Teluk Rumbia, mengakui bahwa serangan buaya telah membuat masyarakat takut beraktivitas di sungai. Ia menyebut banyak warga yang kini enggan mencari ikan atau udang di perairan tersebut.

“Sebagian besar warga, terutama ibu-ibu yang biasa mencari udang, kini tidak berani lagi mengangkat alat tangkap mereka seperti lukah udang yang sudah dipasang di sungai,” katanya.

Tak hanya mengganggu mata pencaharian, kehadiran buaya juga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Warga mulai mengurangi kegiatan mandi, mencuci, dan aktivitas lainnya di sungai demi menghindari serangan buaya.

Kemunculan buaya tidak hanya terjadi di perairan Singkil, tetapi juga telah meluas ke Desa Tanjung Mas, Simpang Kanan. Dengan semakin meningkatnya populasi buaya, masyarakat berharap ada respon dari pemerintah dan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini sebelum korban bertambah.***