Krusial.com — Warga Dusun Lobok Pining Satu, Desa Dolok Nauli, Tapanuli Utara, Sumatra Utara bersedia direlokasi ke desa lain. Desa Dolok ini, merupakan salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025.
Salah satu warga terdampak, Mama Dika mengaku, awalnya tidak setuju direlokasi karena ragu meninggalkan kampung halamannya. Hingga pada akhirnya, ia bersedia direlokasi demi keamanan apalagi rumah yang ditinggalinya rawan longsor.
“Kalau lihat di depan rumah kami, bukit menuju rumah kami san akhir-akhir ini sering hujan. Awalnya kami ragu meninggalkan kampung halaman kita tapi kami memikirkan kedepannya, kami memutuskan setuju,” kata Mama Dika ditemui rri.co.id di lokasi pengungsian, di Tapanuli Utara, Sumut, Sabtu (13/12/2025).
Ia meminta, relokasi rumah dilakukan secepatnya karena akan merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Mama Dika dan warga lainnya berharap tidak merayakan Natal di lokasi pengungsian.
Rencananya, pemerintah kabupaten akan merelokasi ke dusun lain Simate-mate yang berjarak 4-5 kilometer dari Dusun Lobok Pining Satu. Jumlah warga di Dusun Lobok Pining Satu, adalah 60 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200-an jiwa.
“Pak Presiden Prabowo segerakan relokasi tempat tinggal kami supaya menjalankan kehidupan kedepan bersama keluarga. Kami rindu, semoga kami tidak dipengungsian merayakan Natal dan Tahun Baru, kami ingin merayakan dengan sukacita,” ujar Mama Dika.
Warga lainnya, Mayer Lumban Tobing juga setuju untuk relokasi. Pertimbangan faktor keamanan karena yang ditinggalinya dekat dengan bukit.
“Setuju sih untuk direlokasi karena rawan. Baru kali ini mengungsi karena longsor,” kata Mayer.
Ada 57 unit rumah rusak berat di Dusun Lobok Pining Satu akibat banjir bandang dan longsor. Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat telah menyiapkan tanah.
Bupati Jonius mengajak langsung lokasi pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta tim Budha Suci. “Saya saat ini bersama tim, sekaligus juga dari Kementerian PKP, dari Buddha Suci,” ujar Bupati Jonius.***
Tinggalkan Balasan