Krusial | Abdya — Tiga unit rumah mengalami rusak ringan akibat gempa bumi 6,2 skala richter yang menguncang Aceh Barat Daya (Abdya), Minggu (11/5/2025) pukul 15.57 WIB. Gempa ini berpusat di laut pada jarak 23 km arah barat daya, Blang Pidie, Kabupaten Abdya.
“Masyarakat sudah kembali beraktivitas dengan normal pascagempa. Namun diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan,” kata Kalaksa BPBK Abdya, Armiyadi, dalam laporan Pusdalops diterima RRI.co.id, Minggu malam.
Berikut data kerusakan bangunan akibat gempa dihimpun RRI dari data Pusdalops BPBK yang sampaikan BPBA:
Pertama, 1 unit rumah rusak ringan (RR) di Desa Lhung Baro Kecamatan Manggeng. Pemilik rumah tanpa penghuni tersebut a.n. M. Amir, yang sekarang berdomisili di Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan.
Kedua, 1 unit rumah rusak ringan (RR) akibat ambruknya dinding kamar mandi di Desa Tokoh, Kecamatan Manggeng.
Ketiga yakni 1 unit rumah rusak ringan (RR) akibat ambruknya dinding bagian depan rumah di Desa Ladang Tuha Dua, Kecamatan Lembah Sabil
Selanjutnya, kerusakan akibat ambruknya beram dan talud jalan sepanjang 50 meter di Desa Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan bahwa masyarakat telah beraktivitas seperti biasa. Namun demikian, warga tetap diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Tim Pusdalops PB BPBA terus melakukan monitoring aktif di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Petugas piket malam itu terdiri dari T. Zopan Mustika, Zulfikar, Nusriadi, M. Nofri Taslim, dan Suryadi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak valid. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BPBA dan BMKG demi menjaga ketenangan dan keselamatan bersama.***
Tinggalkan Balasan