Krusial | Banda Aceh – Sosiolog Universitas Syiah Kuala, Profesor Ahmad Humam Hamid, mempertanyakan sikap Pemerintah Indonesia dalam menghadapi gelombang pengungsi asal Rohingya ke Aceh. Dia menilai pejabat yang ada tidak mampu mengurusi hal ini.
“Pak Mahfud (Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan) sesibuk apapun dia harus tunjukkan dirinya mampu mengurus negara. Ini belum jadi (wakil) presiden saja sudah seperti ini. Kalau dia tidak bisa tangani urusan pengungsi ini, dia tidak layak dipilih,” kata Ahmad Humam Hamid, Kamis, 28 Desember 2023.
Ahmad Humam Hamid mengatakan gelombang pengungsi asal Rohingya, dari Coxs Bazar, Bangladesh, adalah urusan keamanan nasional. Dan saat ini, Indonesia terancam oleh kedatangan pengungsi yang semakin besar.
Hal yang paling ditakutkan oleh Ahmad Mumam Hamid adalah munculnya milisi atau pasukan liar untuk mengusir pengungsi karena pemerintah pusat lambat menangani hal ini. Bahkan, jangan sampai pemerintah pusat membiarkan milisi tumbuh dan menimbulkan kekacauan lain.
Ahmad Humam Hamid menilai saat ini ada upaya provokasi agar masyarakat marah kepada pengungsi. Seperti yang diucapkan oleh salah satu bupati di pesisir timur Aceh. Dia tidak menampik ada pengungsi Rohingya yang kurang ajar. Namun yang hanya terjadi di Aceh, tidak pernah terjadi di belahan bumi manapun, adalah orang lokal protes kepada pengungsi.
Ahmad Humam Hamid juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia seharusnya berperan besar untuk mengatasi persoalan pengungsian sebagai Ketua Asean. Myanmar, kata dia, adalah anggota Asean. Seharusnya urusan Rohingya ini masuk ke agenda Asean untuk segera dituntaskan untuk keamanan kawasan.
“Saya merasa sangat sedih jika Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) di akhir masa jabatan membiarkan Aceh seperti ini,” kata Ahmad Humam Hamid.***
source: ajnn
Tinggalkan Balasan