Krusial.com — SMA Negeri 1 Trumon menggelar kegiatan Sosialisasi Jurnalistik dan Literasi Media bagi para pelajar, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di aula sekolah setempat, Jalan T. Raja Husen, Gampong Keude Trumon, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan ini mengusung tema “Jurnalisme Edukatif untuk Generasi Digital, Lawan Hoaks dengan Literasi dan Edukasi.”

Acara tersebut dihadiri Kepala SMAN 1 Trumon, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Sekolah Heru, Kapolsek Trumon, perwakilan Koramil Trumon, Pemerintah Kecamatan Trumon, serta Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (FORJIAS).

Kepala SMAN 1 Trumon, Sri Wahyuni, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman jurnalistik dan literasi media bagi generasi muda. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi di media sosial, pelajar dituntut cerdas dalam menyaring informasi agar tidak mudah terjebak berita bohong atau hoaks.

“Melalui tema jurnalisme edukatif ini, kita ingin membentuk generasi digital yang tidak hanya aktif menggunakan teknologi, tetapi juga kritis, mampu melawan hoaks, serta menyebarkan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Heru, mengatakan penguasaan literasi merupakan hal penting dan sangat krusial bagi siswa di era digital saat ini.

“Belajar ilmu literasi itu sangat penting bagi siswa, apalagi dalam kondisi zaman seperti sekarang ini. Arus informasi begitu cepat, jika anak-anak kita tidak dibekali kemampuan menyaring informasi, mereka bisa mudah terpengaruh hal negatif,” ujar Heru.

Ia menambahkan, pihak komite sekolah akan terus mendukung program-program edukatif yang mampu meningkatkan kecerdasan digital siswa. Menurutnya, sinergi antara sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk membentengi remaja dari ancaman hoaks.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua FORJIAS, Safdar S, menegaskan pentingnya membekali siswa dengan pemahaman media yang sehat sejak dini. Ia menyebut program tersebut dirancang agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab.

“Tujuan sosialisasi jurnalistik dan literasi media bagi pelajar ini adalah untuk mengedukasi para pelajar agar mengenal digitalisasi secara utuh dan positif,” ujar Safdar.

Safdar menambahkan, era digital membawa tantangan besar, terutama maraknya informasi palsu yang mudah tersebar di media sosial. Melalui sosialisasi ini, FORJIAS berharap para pelajar dapat mengenal dunia jurnalistik, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal positif.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui edukasi berkelanjutan seperti ini, FORJIAS berharap dapat melahirkan generasi muda yang melek digital, kritis, dan bertanggung jawab di ruang siber.***