Krusial.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat rutin menguji sistem peringatan dini atau sirine tsunami setiap tanggal 26. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat peringatan berfungsi sekaligus mengingatkan masyarakat agar selalu siap menghadapi potensi bencana.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Darmawan, mengatakan uji coba tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami.

Menurut Darmawan, pengujian sistem tidak sekadar memastikan perangkat dapat bekerja dengan baik. Kegiatan itu juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar memahami informasi peringatan bencana dan segera mengambil tindakan apabila terjadi kondisi darurat.

“Uji coba ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tetap waspada dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana. Masyarakat juga perlu memahami langkah-langkah penyelamatan diri serta mengetahui jalur dan lokasi evakuasi apabila terjadi tsunami,” kata Darmawan kepada Krusial, Kamis (27/8/2026).

Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan setiap informasi kebencanaan yang disampaikan melalui sistem peringatan dini maupun kanal resmi BPBD Aceh Barat atau informasi di media-media massa.

Darmawan menilai kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Pengetahuan mengenai jalur evakuasi, titik kumpul dan langkah penyelamatan diri menjadi hal penting yang perlu diketahui masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan rawan tsunami.

“Dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dan ke mana harus menyelamatkan diri, masyarakat diharapkan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

BPBD Aceh Barat juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana. Uji sistem peringatan dini yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat memperkuat budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat. ***