Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Aceh Selatan sangat mengapresiasi kinerja Komisi II DPRK Aceh Selatan yang mengkritik kinerja PDAM Tirta Naga Aceh Selatan pada Rapat Komisi II DPRK dengan mitra kerja PDAM Tirta Naga. Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Komisi II DPRK Aceh Selatan, Alja Yusnadi, S.TP., pada Kamis (6/2/2025).
Menurut, Ketua Umum SEMMI, Heriadi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pelayanan air minum. BUMD adalah seluruh atau sebagian modalnya milik pemerintah daerah. “PDAM Tirta Naga Aceh Selatan, sebagai contoh, saat ini dinilai memiliki kinerja yang kurang memuaskan oleh masyarakat,” kata Heriadi, Jum’at (7/2/2025).
Heriadi mengatakan DPRK dan Pemda Aceh Selatan harus mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Naga. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keluhan masyarakat terkait air PDAM yang sering mati selama berhari-hari. Air sangat penting bagi kehidupan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan jauh dari sumber air terdekat.
“Dampak dari kinerja PDAM yang kurang memuaskan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh para pekerja PDAM. Mereka tidak mendapatkan upah yang layak, sehingga berpotensi mempengaruhi kinerja mereka. Hal ini dapat menyebabkan mogok kerja dan berdampak pada masyarakat yang kesulitan mengakses air bersih,” pungkasnya.
SEMMI berharap bahwa Komisi II DPRK Aceh Selatan akan terus mengawal dan mengevaluasi kinerja Direktur PDAM Tirta Naga Aceh Selatan. Dengan demikian, permasalahan air dapat segera diatasi dan masyarakat dapat menikmati air bersih yang memadai.***
Tinggalkan Balasan