Krusial | Malang — Insiden yang menegangkan sebuah truk pengangkut kapur olahan tak kuat menanjak di Jalan Vinolia, Lowokwaru, Kota Malang. Insiden kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB sebelum sholat Jum’at dimulai.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta menyampaikan kecelakaan sebuah truk Nopol L 2897 AH yang dikemudikan Siswanto 53 tahun warga Kediri, melaju dari arah utara menuju selatan. Ketika hendak melalui jalan yang menanjak truk dengan muatan hampir 7 ton kesulitan untuk melewati jalan tanjakan tersebut. Sehingga truk mundur hilang kendali dan menabrak pemotor yang berada di belakang. Dalam insiden tersebut satu anak tewas dan tiga lainnya mengalami luka.

Di tanjakan truk tidak kuat untuk naik kemudian direm namun tidak kuat untuk menahan beban kendaraan truk akhirnya truk mundur tak terkendali,” ujarnya kepada awak media pada Jum’at (25/4/2025).

Menurut Anang, diduga keberatan beban muatan saat itu, truk tidak kuat menanjak dan hilang kendali. Selanjutnya truk menabrak motor Honda BeAT N 6044 EDS yang ditumpangi Rina Yustina dan tiga korban lainnya.

“Di saat bersamaan ada kendaran Honda BeAT di belakang. Karena tidak sempat menghindar tertabrak dan terlindas truk dan menyebabkan tiga orang mengalami luka dan satu meninggal di tempat,” tutur Anang.

Anang menambahkan tiga korban luka adalah Rina Yustina, Jihan Riski Safira, serta Adiba (7). Sementara korban meninggal adalah Ivo berusia 5 tahun.

“Satu korban meninggal berusia 5 tahun, tiga korban luka terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak-anak,” imbuhnya.

Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab dari kecelakaan ini. Untuk korban luka maupun meninggal telah dievakuasi ke rumah sakit.Sementara saksi mata bernama Lina (43), juga warga setempat mengaku dirinya mendengar teriakan yang disusul bunyi tabrakan. Ia pun bergegas keluar rumah dan melihat telah terjadi kecelakaan.

“Saya tahunya tadi, ada orang teriak-teriak, terus saya keluar rumah. Saya lihat truknya itu sudah posisi mundur dan berhenti setelah menabrak pagar,” pungkasnya. (Prayitno)