Krusial.com – Pesantren Madrasah ‘Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan yang berdiri sejak 8 April 2015, kini terus menunjukkan perkembangan pesat. Sejak 2021, pengelolaan MUQ Aceh Selatan beralih dari naungan Dinas Syariat Islam ke Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan.
Kemudian, pada 2024, Yayasan ‘Ulumul Qur’an Aceh Selatan berhasil memperoleh Izin Pendirian Pesantren dari Kementerian Agama RI.
Pada 2025, di bawah kepemimpinan Dr. (Cand). Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag, kualitas kurikulum MUQ Aceh Selatan mengalami peningkatan signifikan. Prestasi bidang Al-Qur’an dan akademik menunjukkan tren positif selama dua tahun terakhir.
Puncaknya, pada Juli 2025, Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) memberikan apresiasi dengan predikat B untuk literasi Hifdzul Qur’an wa Ulumuhu.
Partisipasi dalam Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) merupakan tradisi yang sepatutnya diikuti setiap pesantren. Menjadi juara dalam MQK menjadi bukti mutu kurikulum dan kualitas santri. Pada MQK ke-4 Kabupaten Aceh Selatan tahun 2025, MUQ Aceh Selatan tampil perdana dan langsung meraih prestasi membanggakan di cabang paling bergengsi, Ilmu Nahwu (Imrithi). Santriwati MUQ Aceh Selatan, Hanifannisa binti Mustafa Kamal, berhasil meraih juara II.
Hanifannisa, atau akrab disapa Nisa, bukanlah sosok baru di dunia prestasi. Pada September 2024, ia mengharumkan nama Aceh Selatan di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-40 di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan meraih juara pada kategori 1 Juz Tilawah Putri.
Sebagai kader potensial MUQ Aceh Selatan, Nisa dikenal unggul di bidang tahfidz, tilawah, dan qiraatul kutub. Ia telah menuntaskan setoran hafalan 30 juz dalam waktu 1,5 tahun, dengan hafalan yang teruji mutqin melalui tasmi’ 15 juz bil ghaib.
Prestasinya di bidang tahfidzul Qur’an hampir selalu menempatkannya di posisi juara 1, baik di tingkat MTQ Kabupaten Aceh Selatan maupun Provinsi Aceh.
Mustafa Kamal, ayah Nisa, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan putrinya.
“Kami sangat berterima kasih kepada pimpinan pesantren MUQ Aceh Selatan yang telah memperbaiki kurikulum dan memberi kesempatan anak kami mempelajari ilmu nahwu sharaf sebagai bekal menafsirkan Al-Qur’an. Kami berharap pembelajaran kitab ini semakin ditingkatkan. Setelah selesai 30 juz, kami ingin Nisa juga mendalami ilmu tafsir dan cabang-cabang ulumul Qur’an lainnya yang diajarkan di MUQAS,” ungkapnya.
Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan, Ismail Us, M.Pd, turut mengapresiasi capaian ini.
“Terima kasih kepada pimpinan dayah MUQAS, official, dan seluruh dewan guru halaqah kitab yang telah mendalami dan mengajarkan ilmu Al-Qur’an. MUQ Aceh Selatan sebenarnya memiliki potensi sejak dulu, namun baru kali ini ikut MQK di tingkat Kabupaten. Ke depan, kita harus terus berpartisipasi dan mendidik kader-kader lain untuk meraih prestasi lebih tinggi,” ujarnya.
Pimpinan Pesantren MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand). Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag, juga mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan MQK se-Aceh Selatan 2025.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan seluruh santri Aceh Selatan dalam melakukan kajian dan pendalaman kitab kuning sebagai bagian dari proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan. Tujuannya adalah mencetak SDM Aceh Selatan yang maju dan produktif. Semoga tahun-tahun berikutnya acara ini terus terlaksana dengan kualitas yang semakin baik, dalam mempertahankan kitab turats sebagai benteng peradaban Islam,” pungkasnya.
Prestasi ini menjadi motivasi besar bagi MUQ Aceh Selatan untuk terus mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pesantren terdepan di Aceh Selatan.
MQK bukan sekadar perlombaan, melainkan forum ilmiah dan kebudayaan yang memperkuat posisi pesantren sebagai simpul pengetahuan, dialog, dan kemanusiaan. Mari menjadikan MQK sebagai momentum bersama dalam membentuk generasi santri yang mampu menghadirkan etika lingkungan dan semangat perdamaian global melalui kedalaman khazanah Kitab Kuning.***
Tinggalkan Balasan