Krusial.com — Puluhan warga Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kota Subulussalam, mendatangi Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mandiri Sawit Bersama (MSB) sambil membawa ikan mati. Aksi protes ini terjadi karena Sungai Rikit mengeruh dan mengeluarkan aroma tidak sedap serta ikan bermatian, Sabtu (15/6/2025).
Warga Dusun Rikit, yang didominasi oleh emak-emak, meluapkan amarahnya karena air sungai yang mereka konsumsi sehari-hari berubah drastis dan mengeluarkan bau tidak sedap. Sejak pagi, warga belum mendapatkan air bersih dan tidak berani mengkonsumsi air sungai tersebut.
“Saya belum mandi pak, karena air kami sudah mengeruh dan mengeluarkan bau tidak sedap dari pagi,” ujar Susi, warga Dusun Rikit.
Teriakan penutupan PMKS PT MSB dari para emak-emak yang mendatangi PMKS tersebut kian menggema memenuhi kantor PMKS PT MSB. Warga ngotot minta pertanggungjawaban dari pihak manajemen PMKS PT MSB dan meminta untuk dipertemukan dengan manajernya.
Pantauan di lapangan, para warga Dusun Rikit masih melakukan aksi protesnya di PMKS PT MSB, sementara PMKS MSB masih beroperasi seperti biasanya. Warga terus menuntut jawaban dari pihak perusahaan atas kejadian ini.
Aksi protes ini menunjukkan kekecewaan warga terhadap kondisi lingkungan yang semakin buruk akibat aktivitas PMKS PT MSB. Warga berharap pihak perusahaan dapat bertanggung jawab dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar.***
Tinggalkan Balasan