Krusial.com — Beberapa bulan terakhir, warga desa itu resah. Jembatan penghubung utama yang mereka lalui saban hari mulai lapuk dimakan usia. Saat musim hujan, banyak yang harus menuntun sepeda motor agar tak tergelincir, bahkan ada yang jatuh saat mengangkut hasil panen dari kebun sawit.

Permohonan pun disampaikan melalui tokoh masyarakat, Sulaiman Daud, yang juga mantan anggota DPRK Nagan Raya. Gayung bersambut, PT Socfindo Seumanyam menanggapi cepat dan mengirim tim untuk memperbaiki jembatan itu. Kini, papan jembatan berganti baru, dan akses transportasi warga kembali lancar tanpa rasa waswas.

Menurut Pengurus PT Socfindo Seumanyam, H. Ricky Irawan, SP, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia menyebut, perusahaan bukan hanya beroperasi di tengah masyarakat, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya.

“Perbaikan jembatan di Alue Pungkie ini bentuk dukungan kami terhadap aktivitas ekonomi warga. Ketika jalan baik, hasil kebun dan kebutuhan mereka bisa bergerak tanpa hambatan,” ujar Ricky Irawan dengan nada rendah penuh keyakinan.

Di sisi lain, warga menyambut hangat perhatian itu. Sulaiman Daud tak menutupi rasa harunya saat melihat jembatan yang dulu reyot kini tampak kuat. Ia menyebut, langkah perusahaan tersebut telah meringankan beban warga dan membuka kembali akses ekonomi desa.

“Kami berterima kasih kepada PT Socfindo Seumanyam yang cepat merespons. Sekarang kami bisa lewat dengan tenang, bahkan anak-anak sekolah pun tak takut melintas,” ucapnya sambil tersenyum di tepian jembatan yang baru rampung dicat.

Di antara aroma lumpur dan suara burung sore, jembatan Alue Pungkie kini bukan sekadar penghubung jalan, melainkan simbol kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat desa. Di situlah kepedulian tumbuh menjadi kekuatan nyata yang menyatukan langkah menuju masa depan yang lebih baik.***