Krusial.com — Gerakan kemanusiaan melalui Program “Titip Kursi Roda, Titip Kepedulian” yang digagas untuk membantu pasien di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan terus berkembang menjadi gerakan sosial bersama.
Program tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat Aceh Selatan, baik yang berada di daerah maupun para perantau di berbagai kota besar di Indonesia.
Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan sekaligus Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, mengatakan program tersebut awalnya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kursi roda bagi pasien di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.
Namun, seiring tingginya respons masyarakat, program ini mulai diarahkan untuk mendukung kebutuhan pasien di Rumah Sakit Cahaya Sehat, puskesmas di seluruh Aceh Selatan, hingga masyarakat yang membutuhkan kursi roda di rumah.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat besar. Dukungan datang dari berbagai kalangan, baik masyarakat yang tinggal di Aceh Selatan maupun para perantau di Jakarta, Banda Aceh, Medan dan daerah lainnya. Ini membuktikan bahwa semangat kepedulian sosial masyarakat Aceh Selatan sangat kuat,” ujar Gusmawi Mustafa, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini telah tersedia sebanyak 20 unit kursi roda. Jumlah tersebut diyakini akan terus bertambah karena program ini telah menjadi gerakan bersama masyarakat Aceh Selatan.
Dalam perkembangannya, putra Tapaktuan yang kini berdomisili di Jakarta, Ujank Kasim bersama keluarga, ikut berkontribusi sebanyak 14 unit kursi roda sekaligus menggagas pengembangan program layanan sosial bagi pasien rawat jalan.
Dari hasil komunikasi antara Gusmawi Mustafa dan Ujank Kasim, lahir sejumlah langkah nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Di antaranya penyerahan 4 unit kursi roda untuk Program Titip Kursi Roda di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan serta 10 unit kursi roda lainnya yang sedang dalam proses pengiriman dari Jakarta menuju Tapaktuan.
Tidak hanya itu, Ujank Kasim juga mengamanahkan kepada BFLF Aceh Selatan 1 unit mobil ambulans untuk kebutuhan antar-jemput pasien rawat jalan serta 2 unit rumah singgah bagi masyarakat dan pasien yang membutuhkan layanan kesehatan di Tapaktuan.
Rumah singgah pertama berlokasi di Gampong Hilir, Tapaktuan, yang akan dimanfaatkan sebagai Rumah Singgah BFLF Aceh Selatan bagi pasien rawat jalan maupun keluarga pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit.
Sementara rumah singgah kedua berlokasi di Gampong Lhok Bengkuang, Tapaktuan. Rumah tersebut diprioritaskan bagi ibu yang baru melahirkan, tetapi bayinya masih harus menjalani perawatan di rumah sakit, seperti bayi lahir prematur atau kondisi medis lainnya. Rumah singgah itu juga akan difungsikan bagi ibu hamil yang menunggu proses persalinan.
Menurut Gusmawi Mustafa, amanah berupa 1 unit ambulans dan 2 unit rumah singgah dari Ujank Kasim merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat besar dan akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh BFLF Aceh Selatan untuk membantu masyarakat.
“Ini adalah amanah besar yang dipercayakan kepada BFLF Aceh Selatan untuk membantu masyarakat dan pasien yang membutuhkan. Insya Allah akan kami jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan kemanusiaan,” ungkap Gusmawi Mustafa.
Ia menjelaskan, keberadaan ambulans dan rumah singgah nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Aceh Selatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pasien dari Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam yang menjalani pengobatan di rumah sakit di Tapaktuan.
Terlebih, RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan merupakan rumah sakit tipe B atau rumah sakit regional yang juga menjadi rujukan bagi pasien dari kabupaten/kota terdekat.
Sebagai tindak lanjut, Gusmawi Mustafa juga melakukan komunikasi dan pertemuan dengan berbagai pihak lintas daerah, termasuk Dewan Pengawas RSUD Teungku Peukan Aceh Barat Daya, Muslizar, M.T., yang juga mantan Wakil Bupati Aceh Barat Daya, serta Salman Syarif selaku Anggota Badan Baitul Mal Aceh Barat Daya.
Diskusi tersebut membahas peluang kerja sama lintas kabupaten, mengingat banyak pasien dari Aceh Selatan yang menjalani pengobatan di RSUD Teungku Peukan Aceh Barat Daya. Begitu juga sebaliknya, pasien dari Aceh Barat Daya yang dirujuk ke RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.
Diskusi juga membahas kebutuhan rumah singgah bagi pasien asal Aceh Barat Daya yang menjalani pengobatan di Tapaktuan. Dengan adanya armada ambulans sebagai sarana mobilitas pasien, jarak antara rumah singgah dan rumah sakit diharapkan tidak lagi menjadi kendala utama.
Ogek Agus, sapaan akrab Gusmawi Mustafa, optimistis gerakan kemanusiaan ini akan terus berkembang seiring semakin banyaknya masyarakat dan donatur yang ikut membantu sesama.
“Kami yakin ke depan armada ambulans akan terus bertambah dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. BFLF Aceh Selatan bersama ratusan relawan akan terus berupaya menjadi garda terdepan dalam gerakan sosial dan kemanusiaan,” katanya.
Ia berharap seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama menjaga semangat kepedulian tersebut. Sebab, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan menjadi harapan besar bagi pasien dan keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kadang yang dibutuhkan pasien bukan hanya pengobatan, tetapi juga perhatian, semangat, dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. Semoga setiap niat baik ini dimudahkan Allah SWT dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” tutup Gusmawi Mustafa.***
Tinggalkan Balasan