Krusial.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha di daerah.

Salah satu kebijakan utama dalam program ini adalah kewajiban penyerapan produk dari UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rantai pasok MBG.

Implementasi kebijakan tersebut turut dijalankan oleh Yayasan MBG Sulvi Yana Sehat yang berlokasi di Gampong Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.

Kepala SPPG Yayasan Sulvi Yana Sehat, Rhiyal Al Qadri, menyampaikan bahwa pemberdayaan petani lokal melalui UMKM menjadi strategi penting untuk memastikan perputaran ekonomi di daerah pelaksana program.

“Bahan pangan yang digunakan dalam menu MBG diutamakan berasal dari produsen lokal sepanjang memenuhi standar keamanan dan mutu pangan yang ditetapkan,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Ia menambahkan, program ini juga mendorong pelaku UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan produktivitas lahan guna memenuhi kebutuhan pasokan pangan bagi program MBG.

Menurutnya, ketentuan penyerapan produk UMKM dan BUMDes telah diatur dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

“MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga mendukung produk UMKM dan BUMDes agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik Yayasan Sulvi Yana Sehat, Said Saiful Al Mahdali atau yang dikenal sebagai Abu Lamkuta, menilai keterlibatan pelaku UMKM dan petani lokal menjadi kunci keberlanjutan program.

“Melalui kebijakan ini, kami terus mendorong pemanfaatan hasil bumi dari petani lokal dan pelaku UMKM agar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari pelaku usaha lokal. Pemilik UD Tani Mandiri Agro Lestari, Meli Puspita, mengaku bersyukur atas adanya kebijakan tersebut yang dinilai membantu pelaku usaha dan masyarakat.

“Dengan adanya MBG, kami sangat terbantu. Keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi,” ujarnya.

Melalui pemanfaatan produk lokal, Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat serta memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat daerah.***