Krusial.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang mendapat perhatian dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Kemarin (12/8/2025), Pelaksana Tugas (Plt) Deputi V KSP, Mayjen TNI (Purn) Harianto, berkunjung ke Bumi Malang.

Dia memastikan pelaksanaan tiga program pemerintah pusat, yaitu MBG, Sekolah Rakyat (SR), dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. “Kami melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus mendapatkan masukan-masukan untuk pengembangan program prioritas tersebut,” ujar Harianto setelah rapat kerja (raker) di Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Setelah raker, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wajak dan peninjauan lahan untuk pendirian SR di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. “Kami (pemerintah pusat) akan memasifkan keterlibatan pemerintah daerah (pemda) untuk mendukung. Sehingga keinginan presiden, yaitu 82 juta penerima manfaat MBG, dapat terwujud,” imbuhnya.

SR di Kabupaten Malang akan dibangun secara permanen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah menyiapkan lahan di Srigonco. Di sekolah tersebut akan ada jenjang pendidikan dari SD hingga SMA. Untuk Koperasi Merah Putih (KMP), dia menyebutkan ada tiga tantangan, yaitu penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), permodalan, dan jenis model bisnisnya.

“Tiga elemen itu menjadi ekosistem yang perlu dikembangkan. Nanti juga akan ada UMKM dan koperasi lainnya yang bisa menjadi supplier BGN (Badan Gizi Nasional) untuk MBG,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Nurcahyo, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang sudah mendapat tugas untuk melaksanakan tiga program tersebut. Untuk MBG, pihaknya bertugas menyiapkan lahan SPPG, sedangkan distribusi MBG dilakukan melalui kerja sama dengan kader di desa.

“Lahan SR juga sudah kami siapkan di Srigonco, Kecamatan Bantur. Saat ini, siswa-siswi kami belajar di SR rintisan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur,” kata Nurcahyo, yang juga merangkap sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Malang.

Untuk memaksimalkan KMP, pihaknya menyiapkan bimbingan teknis (bimtek) bagi pengurus koperasi. Sementara itu, untuk permodalan, pengurus koperasi diharapkan dapat menyusun proposal untuk mendapatkan bantuan.***

(PRAYITNO)