Krusial.com — Produk diversifikasi pengolahan janeng (Dioscorea hispida Dennst) binaan Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Andalas (Unand) dari Desa Riting, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, mampu menarik perhatian para pengunjung Expo Inovasi Annual International Conference Universitas Syiah Kuala (AIC USK) 2025 yang berlangsung pada 4 September 2025 di AAC Dayan Dawood, Darussalam.
Para pengunjung berbelanja untuk mencicipi kelezatan aneka olahan yang ditampilkan, seperti kue cakar ayam, keripik original, krip-krip original, keripik pedas, keripik rasa jagung, krip-krip rasa jagung, kue loyang, dan kue akar kelapa. Semua produk tersebut terbuat dari janeng, baik janeng kering maupun tepung janeng.
Sebelum adanya program diversifikasi produk olahan janeng ini, masyarakat setempat hanya memanfaatkan janeng dalam bentuk sajian “keurabe”, yaitu janeng kering yang direbus atau dikukus lalu dibaluri kelapa parut yang diberi gula dan garam secukupnya. Kini, setelah janeng kering diolah menjadi tepung, hampir semua jenis kue kering dan basah lokal dapat dikreasikan menggunakan tepung janeng.
Nasruna, salah seorang pengolah janeng di Desa Riting, mengakui bahwa program PMKI USK yang dijalankan di desanya sangat bermanfaat dalam meningkatkan nilai ekonomi janeng sehingga berdampak positif terhadap pendapatan warga. Sejak program pembinaan yang dilakukan USK, permintaan terhadap produk janeng semakin meningkat.
“Kami juga sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan expo. Dalam satu bulan terakhir, kami telah berpartisipasi dalam empat expo,” ujar Nasruna.
“Alhamdulillah, semua produk yang kami tampilkan selalu laris terjual di setiap expo,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMKI USK, USU, dan Unand, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., berharap agar industri janeng Riting dapat tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan. “Kami terus menggalakkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti TP PKK Aceh, agar tingkat keberhasilannya semakin tinggi,” ujarnya.***
Tinggalkan Balasan