Krusial | Ponorogo — Seorang pria berusia 32 tahun, RC, warga Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo, ditemukan tewas di rumahnya. Diduga, RC meninggal karena overdosis minuman keras. Penemuan ini terjadi ketika adik korban mudik dan mengunjungi kakaknya yang tinggal sendirian.

Menurut Sekretaris Desa Beton, Jainuri, adik korban membuka pintu dan mencium aroma tidak sedap. Setelah ditelusuri, ternyata mayat korban dengan mulut mengeluarkan busa ada di kamar tidurnya sendiri. “Kesehariannya korban memang tinggal sendiri di dalam rumah. Adiknya sudah menikah dan ikut tinggal bersama suaminya. Sementara, ibu korban bekerja di luar negeri sebagai TKW,” terangnya kepada Krusial, Senin (7/4/2025).

Jainuri menambahkan bahwa adik korban berkunjung ke rumah kakaknya dan menemukan keadaan rumah terkunci. “Nah, pas dibuka ada bau busuk, terus dia cari-cari menuju ke kamarnya, ternyata kondisinya jenazah kakaknya sudah membusuk,” tuturnya.

Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, membenarkan informasi tersebut. Pihaknya langsung melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah botol minuman keras dengan berbagai jenis dan merek di kamar korban. “Penyebabnya masih kami lakukan pendalaman, kemungkinan-kemungkinan kami tidak berani mengambil kesimpulan, akan kami kirim ke RSUD Dr. Harjono untuk memastikan penyebab kematiannya,” jelas Nanang.

Saat ini, Tim Inafis Polres Ponorogo melakukan olah TKP untuk mendapatkan barang bukti. Korban ditemukan dalam kondisi telentang dan mulut mengeluarkan busa. Diduga, korban meninggal sejak tiga atau empat hari lalu, karena mayat korban sudah mulai mengalami pembusukan dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Ada busa di mulut, sudah memar hitam, sudah bengkak, dugaan sementara antara 3 hari sampai 4 hari (meninggalnya),” tandas Nanang.

Nanang juga menambahkan bahwa pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah korban meninggal karena overdosis minuman keras atau bukan, karena menunggu hasil visum dari pihak RSUD Dr. Harjono Ponorogo. “Kita masih menunggu hasil visum dari RSUD Dr. Harjono Ponorogo untuk penyebab kematian korban,” pungkas Nanang. (Prayitno)