Krusial.com — Seorang petani bernama Sarno (57), warga Desa Kedukbembem, Kecamatan Mantup, tewas setelah tertabrak Kereta Api Anjasmoro relasi Gambir-Surabaya pada Senin (1/9/2025). Kecelakaan ini terjadi di wilayah Polres Lamongan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa peristiwa maut tersebut terjadi di jalur hulu Surabaya-Lamongan Km 186, tepatnya di tanah Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan.

Korban diketahui menyeberang rel dari arah utara ke selatan dengan berjalan kaki. Pada saat bersamaan, melintas KA Anjasmoro dengan nomor lambung CC 20118331 yang dikemudikan masinis Lutfi Syarifudin.

Dua saksi mata, yakni Fatkhur Rozi (51), penjaga palang pintu Tumenggungan, dan Anshori (35), petugas Polsuska asal Kembangbahu, turut memberikan keterangan.

Kecelakaan terjadi saat kereta penumpang dari arah Jakarta menuju Surabaya melintas di jalur tersebut. Rozi menjelaskan bahwa korban hendak menuju sawah yang berada di seberang rel.

“Saat itu kereta dari arah Jakarta menuju Surabaya melintas dan langsung menabrak korban,” ungkap Rozi di lokasi kejadian.

Akibat tertabrak kereta api tersebut, tubuh korban terpental hingga 50 meter dari lokasi kejadian dan meninggal dunia di tempat dengan kondisi kepala hancur. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.

Kapolsek Lamongan Kota, Kompol Mukhamad Fadelan, bersama Unit Laka Lantas Polres Lamongan, Unit Reskrim, dan petugas Polsuska segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mencatat identitas korban, saksi, serta mengamankan barang bukti.

Selain identitas korban, polisi juga menemukan sebuah sepeda motor bebek dengan nomor polisi W 3140 LL yang terparkir di dekat jalan raya, tak jauh dari rel kereta api.

“Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi, dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terang Mukhamad Fadelan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintas atau menyeberang rel kereta api, mengingat jalur tersebut merupakan jalur aktif dan rawan kecelakaan.***

(PRAYITNO)