Krusial | Aceh Selatan — antor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan menggelar pelatihan pembuatan konten kreatif untuk dakwah di media sosial bagi para penyuluh agama Islam.

Adapun panitia penyelenggara pelaksana kegiatan dari seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Aceh Selatan pada Selasa (29/04/25), bertempat di Aula Pariwisata Aceh Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para penyuluh dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara menarik, informatif, dan relevan di era digital. Dengan semakin masifnya penggunaan media sosial di kalangan masyarakat, penyuluh agama dituntut untuk adaptif dan inovatif dalam metode dakwahnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan Khairul Huda, SHi MSi, dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial dalam memperluas jangkauan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Penyuluh agama tidak hanya berdakwah secara konvensional, tapi juga harus mampu hadir di ruang digital. Pelatihan ini diharapkan bisa melahirkan konten-konten dakwah yang kreatif, edukatif, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Lanjutnya, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi media sosial dan konten kreatif yang membagikan ilmu seputar teknik dasar fotografi dan videografi, penulisan naskah dakwah digital, hingga strategi membangun engagement di platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, yang juga dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan konten.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama Islam di Aceh Selatan semakin siap menghadirkan dakwah yang inspiratif dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan substansi ajaran Islam yang mendalam.

Panitia menghadirkan Nurvida Erdiana, S.Kom.Gr dari SMK Negeri 1 Tapaktuan, dan
Hasbaini SPd MPd, yang merupakan Dosen Politeknik Aceh Selatan sekaligus konten kreator aktif di media sosial, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh para penyuluh agama di era digital.

“Pelatihan ini sangat penting karena saat ini dakwah tidak lagi cukup disampaikan di mimbar atau majelis saja. Dunia digital adalah medan baru dakwah, dan penyuluh harus mampu hadir dengan konten yang menarik, singkat, namun sarat makna,” ujar Hasbaini.

Ia menambahkan bahwa keterampilan membuat konten kreatif bukan semata soal teknis, tetapi juga tentang memahami cara berkomunikasi yang efektif dengan audiens yang beragam, terutama generasi muda yang hidup dalam ekosistem digital.

“Dengan pelatihan ini, saya harap para penyuluh bisa mulai memproduksi konten-konten positif yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang di media sosial,” pungkasnya.***