Krusial | Singkil — Kasus pencurian tandan buah segar (TBS) sawit kembali marak di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil. Kondisi ini membuat petani sawit resah dan merasa tidak aman karena mengalami kerugian secara ekonomi.
Salah satu petani, Mahidin Kuda Diri, mengungkapkan bahwa kebun sawit miliknya kembali menjadi sasaran pencurian pada Senin sore (12/5/2025). Ia berang karena kejadian serupa akan terus berulang jika tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang.
“Ya, sawit saya hilang dicuri maling. Kalau saya lihat dari pelapah sawitnya, maling itu beraksi kemarin,” ujar Mahidin kepada RRI, Selasa (13/5/2025).
Menurutnya, aksi pencurian ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian bagi petani dalam mengelola kebunnya. Ia memperkirakan pelaku akan kembali melakukan aksi serupa. “Pencurian sawit ini sangat meresahkan kami. Ini sudah masuk sekali ke kebun saya, besok pasti masuk lagi,” tambah Mahidin.
Para petani di wilayah tersebut berharap agar pihak kepolisian dan pemerintah daerah meningkatkan pengawasan di lapangan serta menindak tegas pelaku pencurian. Selain itu, mereka meminta pemerintah desa ikut turun tangan dalam menciptakan regulasi untuk melindungi aset para petani.
“Semoga dengan maraknya pencurian sawit ini, ada perhatian dari pemerintah desa dan dibuat undang-undang desa tentang sanksi bagi pencuri,” harap Mahidin.***
Tinggalkan Balasan