Krusial.com — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRK Aceh Selatan, Novi Rosmita, mengapresiasi seluruh civitas Madrasah Ulumul Qur’an Aceh Selatan (MUQAS), mulai dari pimpinan, dewan guru, tenaga pendidik hingga para santri.

Apresiasi itu disampaikan Novi karena MUQAS dinilai mampu mengukir berbagai prestasi, baik di tingkat daerah, provinsi, nasional, hingga internasional, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Novi Rosmita kepada media ini, Selasa (26/5/2026), seusai menghadiri tasyakuran khatam Al-Qur’an 19 santri MUQAS yang digelar di Masjid Agung Istiqamah Tapaktuan, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kegiatan itu, Novi Rosmita turut mengikuti prosesi peusijuk bagi para santri hafiz dan hafizah.

“Alhamdulillah, pihak pesantren telah mendidik dan membimbing para santri hingga berhasil melahirkan 19 santri yang khatam Al-Qur’an. Bahkan ada di antara mereka yang mampu menyelesaikan hafalan dalam waktu satu tahun delapan bulan,” ujar Novi.

Menurut Novi, capaian tersebut merupakan prestasi luar biasa. Para santri mampu belajar dengan tekun di tengah keterbatasan fasilitas, baik dari sisi bangunan, sarana pendukung, maupun jumlah musyrif dan guru dayah yang masih minim.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti kegigihan pimpinan dan dewan guru MUQAS dalam membina generasi Qur’ani di Aceh Selatan.

Novi juga menyebut, prestasi alumni MUQAS semakin memperkuat bukti bahwa lembaga tersebut memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan Islam.

“Tahun ini ada dua santri alumni MUQAS, yakni Rizki yang lulus beasiswa LPDP ke Liverpool University di Inggris dan Syarifah Nayla yang lulus beasiswa PBNU ke Maroko. Ini bukti nyata kinerja pimpinan dan seluruh elemen MUQAS dalam memajukan pendidikan Islam di Aceh Selatan yang madani, maju, dan produktif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite MUQAS, Khaidir, S.Pd., menegaskan bahwa fasilitas pendidikan di MUQAS sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi MUQAS yang telah mengharumkan nama Aceh Selatan hingga tingkat nasional dan internasional.

“Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memberikan dukungan dan motivasi, baik melalui peningkatan sarana dan prasarana, fasilitas belajar, kesejahteraan pengajar, maupun penambahan penjaga asrama yang saat ini masih sangat kurang dibandingkan jumlah santri,” pinta Khaidir.

Direktur MUQAS, Tgk. Muhammad Ridho Agung, menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kesungguhan para santri, doa orang tua, serta bimbingan para dewan guru. Kami berharap para santri yang telah khatam dapat terus menjaga hafalannya dan menjadi generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan daerah,” ungkapnya.

Tgk. Ridho menegaskan, MUQAS akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an serta membina para santri agar menjadi hafiz dan hafizah yang berakhlakul karimah.

Acara tasyakuran tersebut berlangsung haru dan khidmat. Turut hadir Ketua MPU Aceh Selatan, Abon Tgk. H. Teuku Armiya Ahmad; Ketua DPRK Aceh Selatan, Rema Mishul Azwa, S.E., Ak.; Pembina Yayasan MUQAS, H. Ahmad Ibrahim; Kadis Syariat Islam Aceh Selatan, H. Indra Hidayat, M.Ag.; Komisioner Baitul Mal Aceh Selatan, Muhammad Ikhsan, S.E.; Plt. Kepala UPTD MUQAS, Abdurrahman, S.H.I.; serta Kepala SMP Plus Ulumul Qur’an, Muhammad Khadapi, S.Pd.I.***