Krusial.com — Sejumlah nelayan di Kecamatan Singkil Utara yang tergabung di dalam Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS) menilai, persoalan keberadaan empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, belum sepenuhnya tuntas.
“Dari sudut pandang nelayan kami menilai persoalan 4 pulau ini belum sepenuhnya tuntas, ” sebut Ketua gerakan aliansi nelayan Aceh Singkil (Ganas), Rahmi Yasir, Rabu (18/6/2025).
Sebab menurut Rahmi Yasir, hingga saat ini persoalan dugaan terjadi ilegal fishing yang dilakukan para nelayan dari masih dikhawatirkan kerap terjadi di lokasi empat pulau tersebut.
Sehingga tegasnya, selain nelayan yang tergabung kedalam gerakan aliansi nelayan Aceh Singkil (Ganas) tersebut berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan pada pulau tersebut.
“Juga kita meminta pemerintah untuk memplotkan anggaran pembangunan pos pengawasan terpadu di perairan laut empat pulau tersebut,” tambahnya.
Sebab tegas Rahmi Yasir, ia menyakini bahwa dengan adanya pos pengawasan terpadu tersebut dapat menjadi solusi tepat dalam mengantisipasi terjadinya praktek ilegal fishing didaerah 4 pulau itu.
Selanjutnya, Rahmi Yasir juga meminta pembangunan menara navigasi lampu suar di daerah karang raja uda dan di daerah ujung simanuk-manuk, sebagai tanda batas wilayah perairan laut Provinsi Aceh dengan wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Disamping itu, selain sejuta harapan agar adanya komitmen pemerintah untuk pembangunan sejumlah pendukung sejumlah fasilitas pengamanan di lokasi empat pulau.
Nelayan yang tergabung kedalam gerakan aliansi nelayan Aceh Singkil (GANAS) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi – tinggi nya kepada presiden RI, Prabowo Subianto yang telah mengambil alih penyelesaian penangan sengketa 4 pulau dan menetapkan ke empat Pulau tersebut masuk kembali dalam wilayah Aceh.***
Tinggalkan Balasan