Krusial.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Majelis Pendidikan Daerah (MPD) mulai menyusun Capaian Pembelajaran (CP) Muatan Lokal yang akan menjadi acuan baru pembelajaran Bahasa dan Sastra Aceh serta Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di jenjang pendidikan dasar.

Penyusunan tersebut dilakukan dengan melibatkan akademisi, praktisi pendidikan, hingga komunitas guru agar kurikulum yang dihasilkan lebih relevan dengan kebutuhan daerah.

Penyusunan CP Muatan Lokal dikemas dalam workshop yang berlangsung selama dua hari, 5–6 Agustus 2026, di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Meulaboh. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik di Aceh Barat.

Ketua MPD Aceh Barat, Drs. Adami Umar, M.Pd, mengatakan penyusunan capaian pembelajaran merupakan langkah strategis agar kurikulum muatan lokal tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi mampu membentuk karakter dan menjaga identitas budaya daerah.

“Muatan lokal merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, penyusunan capaian pembelajaran harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan akademisi, praktisi, serta guru yang nantinya akan mengimplementasikan kurikulum tersebut di sekolah,” kata Adami Umar.

Ia menjelaskan, penyusunan kurikulum tersebut mengacu pada Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Muatan Lokal Aceh serta Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 83 Tahun 2022 tentang Standar Isi Muatan Lokal pada Pendidikan Dasar.

“Kedua regulasi itu menjadi dasar pengembangan materi yang sesuai dengan karakteristik budaya Aceh dan kebutuhan pendidikan daerah,” ujarnya.

Workshop tersebut menghadirkan akademisi dari ISBI Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, serta melibatkan pengawas pendidikan, KKG, MGMP, dan guru muatan lokal. Kolaborasi itu difokuskan pada penyusunan capaian pembelajaran Bahasa dan Sastra Aceh serta BTQ, mulai dari perumusan kompetensi setiap fase hingga strategi penerapannya di ruang kelas.

MPD Aceh Barat berharap dokumen Capaian Pembelajaran yang disusun dapat menjadi pedoman pembelajaran yang implementatif dan berkelanjutan. Selain memperkuat pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Aceh, kurikulum tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius peserta didik. ***