Krusial.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muchsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menghadiri penutupan kegiatan Tahfidhul Qur’an di Masjid Baiturrahim Abu Keumala, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti para santri dan masyarakat sekitar. Program tahfiz Al-Qur’an itu menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi Qur’ani yang digagas pengurus masjid bersama tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Muchsin menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus masjid, para pembimbing, serta seluruh peserta yang telah mengikuti program dengan penuh kesungguhan hingga selesai.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan dedikasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan Tahfidhul Qur’an ini. Kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Muchsin.
Cetak Generasi Qur’ani
Muchsin mengatakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah terus mendorong berbagai kegiatan pendidikan keagamaan, termasuk program tahfiz Al-Qur’an yang dilaksanakan di lingkungan dayah maupun masyarakat.
Menurutnya, mencetak generasi penghafal Al-Qur’an merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kekuatan moral dan spiritual.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin luas jangkauannya. Dengan demikian, lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya cakap menghafal, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Penutupan kegiatan turut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh peserta terbaik serta penyerahan penghargaan kepada para santri yang berhasil mencapai target hafalan sesuai program yang telah ditetapkan.
Bagi Muchsin, keberhasilan program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan keagamaan dan dayah lainnya di Aceh untuk mengembangkan kegiatan serupa.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Aceh yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan perkembangan zaman.
“Semoga kegiatan ini terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an, berilmu, berakhlak, serta mampu menjadi bagian dari pembangunan Aceh ke depan,” pungkasnya.***
Tinggalkan Balasan