Krusial.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Negeri 1 Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan konsep edukasi yang berbeda. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, para siswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi kebakaran serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pos PB 05 Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Aceh Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keselamatan diri, kepedulian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Kepala SMA Negeri 1 Bakongan, Lisa Erika, S.Pd.I, mengatakan materi mitigasi kebakaran sengaja dimasukkan dalam rangkaian MPLS agar siswa memiliki pemahaman yang relevan dengan kondisi wilayah Aceh Selatan.

“MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum membentuk karakter peserta didik. Melalui kerja sama dengan Damkar, kami ingin menanamkan nilai disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana sejak dini,” ujar Lisa Erika.

Menurutnya, pembelajaran di luar materi akademik memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Dalam sesi edukasi, personel Damkar memberikan materi mengenai penyebab dan upaya pencegahan kebakaran, bahaya kebakaran hutan dan lahan, langkah-langkah penyelamatan diri saat keadaan darurat, hingga pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah maupun permukiman.

Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa mampu menjadi agen perubahan yang turut menyebarluaskan budaya peduli keselamatan kepada keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) PB 05 Damkar BPBD Aceh Selatan, Rustam, mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam menekan risiko kebakaran, terutama di wilayah Bakongan yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif SMA Negeri 1 Bakongan yang memberikan ruang kepada Damkar untuk berbagi pengetahuan kepada para siswa. Edukasi sejak dini sangat penting karena pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk generasi muda,” kata Rustam.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu api.

“Kami mengajak para siswa agar menjadi pelopor pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing. Jangan membakar lahan sembarangan, jangan bermain api, dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran kepada petugas. Kesadaran masyarakat adalah kunci utama mencegah bencana yang lebih besar,” ujarnya.

Rustam menambahkan, melalui kegiatan seperti MPLS, Damkar tidak hanya memperkenalkan tugas dan fungsi pemadam kebakaran, tetapi juga berupaya membangun budaya tanggap bencana, disiplin, serta kepedulian terhadap keselamatan sejak usia sekolah.

“Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di ruang kelas. Sampaikan kembali kepada keluarga dan masyarakat agar semakin banyak orang memahami pentingnya mitigasi kebakaran dan pencegahan karhutla. Dengan begitu, kita dapat bersama-sama melindungi lingkungan, harta benda, bahkan menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasie Personel Pemadam Kebakaran BPBD Aceh Selatan, Bustami, bersama jajaran Pos PB 05 Damkar BPBD Aceh Selatan.