Krusial | Malang — Warga Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah namun tidak kunjung diperbaiki. Akses utama siswa menuju sekolah dianggap berbahaya karena licin setelah diguyur hujan.
Kondisi jalan rusak yang dilintasi sejumlah siswa terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sekelompok siswa SD, SMP, dan SMK Bantur yang memakai seragam putih-biru terlihat kesulitan melalui jalan menuju sekolah mereka. Beberapa di antaranya bahkan terjatuh dari motor akibat harus melalui jalan yang berbatu dan licin. Para siswa pun saling membantu mendorong rekannya untuk keluar dari lumpur jalan yang licin.
Salah seorang warga, Nirmala, mengatakan bahwa video viral itu terekam saat para siswa hendak ke sekolah pada Kamis (24/4/2025). Saat itu, ada genangan air di jalan poros Desa Bantur.
“Jadi, kondisi di video habis hujan sehingga jalan sangat becek dan licin. Kendaraan roda dua dan berjalan kaki harus ekstra hati-hati,” ujar Nirmala kepada Krusial pada Kamis (24/4/2025).
Nirmala menuturkan bahwa kondisi jalan sangat memprihatinkan. Kurang lebih 500 meter jalan rusak parah dan harus segera ditangani. Sementara itu, pasca pelantikan Presiden Prabowo Subianto, program prioritas yang harus segera diselesaikan adalah ketahanan pangan dan pendidikan.
“Jalan poros ini menghubungkan beberapa desa dan merupakan satu-satunya akses menuju tempat mereka belajar, yaitu di Yayasan Nurul Huda,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi jalan penghubung tersebut agar bisa segera diperbaiki, sehingga warga dan siswa bisa lebih aman dan nyaman untuk berkendara menuju sekolah.
“Kalau kami warga tentu sangat berharap jalan diperbaiki kembali. Karena kami juga sangat khawatir dengan keselamatan anak-anak kami. Kasihan adek-adek yang sekolah, bahaya kalau hujan jalanan licin begitu,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Desa Bantur, Nanang Kosim, mengakui bahwa akses jalan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju tempat anak-anak sekolah. Setiap harinya, jalan tersebut ramai dilewati oleh sekitar 600 siswa.
“Ramai (dilewati) memang setiap hari, anak sekolah sama warga. Karena memang kan satu-satunya akses menuju ke tempat anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Nanang juga berharap akses jalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Malang di tahun 2025.
“Ya kami harapannya agar diperbaiki karena kalau jalan ini bagus pastinya sangat membantu. Kurang lebih ada 600 siswa setiap hari melewati jalan tersebut,” harapnya. (Prayitno)
Tinggalkan Balasan