Krusial.com — Jawa Tengah memang terkenal dengan banyaknya destinasi wisata, salah satunya wisata air. Kali ini kita bahas satu destinasi dari Kabupaten Klaten: wisata Rowo Jombor.

Anda bisa menjadikan objek wisata ini sebagai alternatif. Terutama destinasi air selain umbul, wisata pemandian alami yang sudah lebih dikenal.

Wisata Rowo Jombor berlokasi di Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Dari pusat kota Klaten, jaraknya sekitar 7,8 kilometer atau bisa ditempuh 20 menit berkendara.

Tapi, seperti apa sebenarnya Rowo Jombor ini? Yuk kita bahas.

Rowo Jombor adalah waduk dengan luas sekitar 198 hektare dan kedalaman mencapai 4,5 meter. Dahulu, waduk ini dibangun untuk menampung air dari sungai-sungai di sekitarnya, sekaligus sebagai pengendali banjir.

Saat musim kemarau, airnya digunakan untuk mengairi sawah. Seiring waktu, fungsinya berkembang. 

Rowo Jombor tak hanya menjadi sumber air dan pengairan. Tetapi juga pusat perikanan air tawar dan kini menjadi ikon wisata air Kabupaten Klaten.

Di Rowo Jombor, Anda bisa melakukan banyak aktivitas menarik yang bikin pengalaman wisata makin berkesan.

Makan di Warung Apung

Pengalaman unik yang satu ini menjadi favorit pengunjung. Menikmati makanan sambil duduk di atas warung terapung memberikan suasana tenang dan santai.

Gemercik air dan semilir angin menjadi latar alami saat menyantap hidangan. Pengunjung bisa memilih posisi duduk lesehan atau kursi kayu di sisi luar, langsung menghadap air.

Menu yang ditawarkan beragam, mayoritas berbahan dasar ikan air tawar hasil tangkapan dari keramba setempat. Ikan nila bakar, gurame asam manis, hingga wader goreng jadi sajian utama.

Harga makanan di warung apung relatif terjangkau. Satu porsi ikan bakar lengkap dengan nasi dan lalapan dibanderol mulai dari Rp25.000.

Untuk menu keluarga, tersedia paket makan bersama berisi 3–4 jenis lauk dan sayur, mulai Rp100.000 per meja. Es teh jumbo dan es kelapa muda jadi pelengkap yang menyegarkan.

Suasana makan semakin hangat saat sore menjelang. Warna langit dan pantulan air menambah kesan damai dan syahdu, cocok bagi keluarga maupun pasangan muda yang berkunjung.

Naik Perahu Wisata

Kamu bisa berkeliling waduk dengan perahu yang disewakan. Menyusuri air sambil melihat bukit-bukit sekitar membuat momen ini terasa istimewa.

Perahu wisata tersedia dalam dua jenis, yaitu perahu kayu bermotor dan rakit bambu tradisional. Tarifnya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000 per orang, tergantung rute dan lama perjalanan.

Setiap perahu dikemudikan oleh warga lokal yang ramah dan terbiasa menceritakan asal-usul Rowo Jombor sepanjang perjalanan. Perjalanan berdurasi sekitar 20–30 menit mengelilingi waduk dengan pemandangan terbuka ke arah perbukitan Bayat.

Sensasi semilir angin dan cipratan air menjadi pengalaman tersendiri, apalagi saat matahari mulai turun dan cahaya senja memantul di permukaan air.

Menikmati Lanskap dan Senja

Waktu terbaik datang ke Rowo Jombor adalah sore hari. Pemandangan senja di atas air menciptakan suasana romantis dan damai.

Langit jingga yang menyapu garis bukit dan siluet perahu yang melintas menjadikan tempat ini favorit para pencinta fotografi. Banyak pengunjung datang hanya untuk berburu potret senja sambil duduk di tepi warung atau dermaga kecil.

Beberapa titik terbaik untuk menikmati sunset adalah di bagian timur waduk atau di jembatan kecil yang mengarah ke tengah. Suasana semakin syahdu dengan suara serangga sore dan riak air yang tenang.

Tak jarang, pengunjung membawa tikar dan camilan sendiri untuk duduk santai bersama keluarga sambil menunggu matahari tenggelam.

Menyusuri Jalan Sekitar Rowo Jombor

Di sekeliling waduk tersedia jalur pedestrian. Kamu bisa jogging pagi atau berjalan sore sembari menikmati udara segar dan pemandangan alam.

Jalur ini juga menjadi tempat favorit bagi warga sekitar untuk berolahraga atau sekadar bersantai. Terdapat beberapa titik istirahat seperti gazebo kecil dan bangku beton di bawah pepohonan rindang.

Pada pagi hari, udara di kawasan ini terasa sejuk dan menyegarkan. Sementara di sore hari, hembusan angin dari arah perbukitan menciptakan suasana tenang, cocok untuk meditasi ringan atau jalan santai.

Bagi pengunjung yang gemar bersepeda, jalur ini juga bisa digunakan untuk gowes santai mengelilingi Rowo Jombor sembari menikmati suasana pedesaan yang asri.

Data Kunjungan

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Klaten, Rowo Jombor mencatat lebih dari 50.000 kunjungan wisata per tahun pada 2024. Angka ini menjadikan Rowo Jombor sebagai destinasi wisata air unggulan di Kabupaten Klaten.

Rowo Jombor juga termasuk dalam wilayah pengembangan destinasi penyangga Candi Borobudur oleh Badan Otorita Borobudur. Kawasan lain yang masuk dalam jaringan pengembangan ini adalah Candi Plaosan, Umbul Ponggok, dan Bukit Sidoguro.

Potensi wisata Rowo Jombor terus dikembangkan melalui pelatihan pengelola lokal dan revitalisasi fasilitas umum. Promosi lintas kabupaten juga dilakukan melalui program super prioritas pariwisata nasional.***