Krusial | Malang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan melalui produksi hasil pertanian, khususnya komoditas padi. Meskipun produksi padi masih surplus, namun mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksi padi pada 2024 mencapai 254.794 ton Gabah Kering Giling (GKG), menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 279.366 ton GKG.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putera, mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai inovasi untuk memenuhi kebutuhan padi. Salah satunya adalah dengan menyalurkan 19 bantuan sarana produksi (saprodi) pertanian.

“Seperti bantuan pemerintah pusat berupa traktor roda empat yang kami usulkan melalui proposal atas rekomendasi bupati,” ujar Avicenna, Sabtu (12/4/2025).

Avicenna menjelaskan bahwa dua unit traktor diserahkan kepada Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri I di Desa Jeru, Kecamatan Turen, dan Poktan Sumber Rejeki di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo.

Selain itu, pihaknya juga menyerahkan 17 unit hand sprayer yang berfungsi untuk menyemprotkan cairan seperti pestisida, herbisida, pupuk cair, dan zat pengatur tumbuh tanaman.

Menurut Avicenna, alat-alat tersebut dapat membantu petani mengendalikan hama dan penyakit tanaman, serta memberikan nutrisi secara merata.

Ia juga telah mengusulkan lima unit alat combine harvester, tetapi baru dikabulkan dua unit.

Alat tersebut digunakan untuk membantu petani memanen padi, sehingga panen menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih banyak, serta meningkatkan produktivitas. (Prayitno)