Krusial | Malang — Menindaklanjuti intruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo menawarkan perbaikan irigasi, termasuk di Kabupaten Malang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Hera wanton menyampaikan, ipres tersebut mengulas tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hal itu menjadi dasar kuat untuk mendukung daerah mencapai swasembada pangan.

“Makanya kami diminta untuk mengajukan irigasi yang akan diperbaiki. Tentunya di kecamatan yang punya potensi pertanian padi,” ucapnya.

Menurutnya, ada 15 kecamatan yang akan diusulkan menerima perbaikan irigasi.Salah satunya Kepanjen. Namun, panjang maupun luasan irigasi yang akan diperbaiki masih belum ditentukan. Sementara, anggarannya juga masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

“Akan kita survei dulu, nantinya akan kami prioritas irigasi yang perlu diperbaiki,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Dia juga berharap dengan adanya Ipres dan terealisasi perbaikan irigasi tersebut, semoga mampu meningkatkan produksi padi yang selama ini terus menurun.

Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksi padi pada 2024 berkisar 254.794 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Jumlah itu menurun dibandingkan dengan produksi pada 2023 yang menembus 279.366 ton GKG. Itupun diperoleh dari 12 kali periode tanam.

“Dengan perbaikan irigasi itu juga, diharapkan mampu meningkatkan periode tanam menjadi 23 kali dalam satu tahun,” ucap Tomie kepada media Jum’at (18/4/2025)

Berdasarkan data yang berhasil di himpun krusial sebelumnya, Bupati Malang H M.Sanusi mengatakan, produksi pertanian di Kabupaten Malang menurun signifikan.

Menurut Sanusi bukan tanpa sebab, karena saat ini hanya bisa sekali panen dalam setahun akibat banyak tanggul dan bendungan rusak akibat banjir. Oleh sebab itu irigasi di Kabupaten Malang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

“Mengingat program Presiden RI Prabowo Subianto adalah ketahanan pangan, secara otomatis maka di bidang pengairan harus diprioritaskan. Harusnya ada bantuan khusus dari pusat,” kata Sanusi. (Prayitno)