Krusial.com — Sebagai bagian dari upaya mendorong budaya literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat, penulis buku motivasi Inspiratif Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan, Hasbaini menyerahkan buku tersebut kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Selatan, Jum’at (14/8/2026).
Penyerahan buku diterima langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Selatan, H. Zainal A. SE MSi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan Hasbaini sebagai penulis terhadap penguatan budaya membaca, khususnya di Kabupaten Aceh Selatan.
Buku Inspiratif Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan berisi kumpulan motivasi dan refleksi kehidupan yang diharapkan dapat memberikan semangat kepada pembaca untuk terus menggali potensi diri, menghadapi berbagai tantangan, serta tidak mudah menyerah dalam mencapai cita-cita.
Penulis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Selatan yang telah menerima dan memberikan ruang bagi karya lokal untuk menjadi bagian dari koleksi literasi daerah.
“Penyerahan buku ini bukan hanya tentang menyerahkan sebuah karya, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di Aceh Selatan. Kita berharap buku ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Hasbaini.
Hasbaini juga berharap ke depan semakin banyak karya-karya dari masyarakat Aceh Selatan yang dapat hadir dan memperkaya khazanah literasi daerah.
Lebih lanjut, Hasbaini berharap segera terbentuk Komunitas Literasi Aceh Selatan sebagai wadah bagi para penulis, pegiat literasi, guru, mahasiswa, pelajar, komunitas pemuda, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan budaya literasi.
Menurutnya, komunitas tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi gagasan, mengembangkan kreativitas, mendorong budaya membaca dan menulis, serta melahirkan berbagai kegiatan literasi yang berkelanjutan di Aceh Selatan.
Hasbaini juga menyatakan siap berkolaborasi dengan kegiatan Bunda Literasi Aceh Selatan serta Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Selatan dalam berbagai program yang berkaitan dengan literasi, penulisan, pengembangan minat baca, serta pemberdayaan generasi muda.
“Harapan kami, ke depan ada gerakan literasi yang lebih terorganisir dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kami siap berkolaborasi dengan Bunda Literasi Aceh Selatan dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Selatan untuk bersama-sama membangun ekosistem literasi yang kuat di Aceh Selatan,” ungkapnya.
Penyerahan buku ini diharapkan menjadi langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan literasi di Aceh Selatan, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk berkarya, membaca, menulis, dan berbagi inspirasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Selatan, H. Zainal menyampaikan apresiasi atas penyerahan buku Inspiratif Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan.
Menurutnya, karya tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam memperkaya koleksi literasi daerah sekaligus memberikan motivasi kepada pembaca, khususnya generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi karya ini. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh Selatan untuk terus membaca, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik gagasan pembentukan Komunitas Literasi Aceh Selatan dan berharap dapat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pegiat literasi, penulis, sekolah, perguruan tinggi, serta masyarakat.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Selatan, kata Zainal, terbuka untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Bunda Literasi Aceh Selatan, dalam menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Diharapkan ke depannya akan semakin bertambah kader-kader penulis buku yang mampu menghasilkan karya-karya berkualitas sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi.
Dengan demikian, semangat membaca, menulis, dan berkarya di tengah masyarakat akan terus tumbuh, sehingga mampu melahirkan generasi yang berwawasan luas, kreatif, serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah.
“Literasi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk memperkuat gerakan literasi di Aceh Selatan,” pungkasnya.***
Tinggalkan Balasan