Krusial | Malang — Seorang bayi perempuan berusia kurang lebih 17 hari dititipkan kepada seorang sopir taksi online di kawasan Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.
“Jenis kelamin perempuan, usia kurang lebih 2 minggu, memakai pakaian bayi warna putih bergaris merah dan selimut warna biru muda motif garis putih serta tutup kepala warna putih,” kata relawan Bazarnas Endrik Cahyono sekaligus sebagai orang tua asuh sementara.
Adapun kronologi menurut Endri pada hari Sabtu ( 19/4/2025) sekitar 17.000 WIB korban dititipkan ibunya kepada sopir taksi Online untuk berpamitan mengambil ongkos taksinya yang ketinggalan. Namun, hingga pukul 20.00 sang ibu belum juga datang.
“Muali pukul 17.00 hingga pukul 20.00 ibunya belum juga datang, dan bayinya terus menangis akhirnya saya bawa ke Puskesmas terdekat,” ujar Endri menirukan pangkuan sang sopir kepada media krusial Senin (21/4/2025).
Kapolsek Donomulyo AKP Gunawan Marsudi, S.Pd membenarkan kejadian tersebut, bawah pada Sabtu tanggal 19 April 2025 sekira pukul 15.00 Wib datang seorang sopir ojek onlin berinisial Suprayogi melaporkan kejadian tersebut. Prayogi mengaku mendapatkan orderan penumpang dari aplikasi Grab atas nama customer ROHMAN tujuan dari Kecamatan Pageralan menuju ke pasar Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo.
Selanjutnya saudara Prayogo menjemput penumpang di Dekat Toko plastik Barokah Pagelaran, Jl. Raya Pegelaran Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran.
“Namun, sesampai dilokasi penjemputan ternyata seseorang perempuan dengan ciri – ciri tinggi badan 160 Cm, badan gemuk, rambut lurus, memakai celana warna hitam dan memakai jaket warna merah dengan membawa bayi perempuan dan tas warna biru,” kata Kapolsek Donomulyo melalui rilis yang diterima Krusial Senin (21/4/2025).
Menurutnya sopir mengaku perempuan tersebut minta diantar ke pasar Desa Donomulyo Kecamatan Donomulyo dan duduk di kursi penumpang. Selanjutnya Suprayogi mengantar perempuan tersebut ke pasar Donomulyo dan tiba sekira pukul 16.30 WIB.
“Saat itu customer/ penumpang perempuan tersebut bilang “mas omahku sek utara” selanjutnya saudara Suprayogi selaku sopir Grab menjawab “ohh enggeh“ perjalanan melanjutkan dilanjutkan,” urainya.
Sesampai di depan stadion Domas Sakti Donomulyo penumpang tersebut menyuruh berhenti dengan alasan untuk mengambil uang melalui agen Brilink dan menitipkan bayi perempuannya yang ditinggal dibangku penumpang belakang sopir.
“Setelah menunggu 15 menit bayi tersebut menangis lalu Suprayogi menghubungi penumpang perempuan tersebut akan tetapi tidak ada respon, kemudian Suprayogi panik dan takut, lantas dia mengubungi istrinya Lilik Cahyati serta saudaranya Iwan hadi Setiawan untuk menjemput,” imbuhnya.
Iapun menambahkan setelah ketiganya bertemu di depan stadion Domas Sakti Donomulyo, sekira pukul 20.00 WIB ketiganya melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek.
” Saudara Prayogi ketakutan dan menghubungi istri dan saudaranya, lalu ketiganya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian,” pungkasnya. (Prayitno)
Tinggalkan Balasan