Krusial.com – Di indonesia terdapat banyak agama, ada beragama agama di indonesia kita ini. Selain dari pada itu ada agama konghucu yang setiap tahunnya merayakan hari raya imlek.
Mayoritas orang yang beragama konghucu adalah kaum tionghoa yaitu orang china yang ada di indonesia ini. Perayaan imlek di rayakan setiap tahun oleh kaum tionghoa.
Perayaan Tahun Baru Imlek biasanya identik dengan warna merah hal ini di karenakan ada sejarah di balik warna merah yang menjadi warna utama dalam perayaan tersebut.
Awal mula berlangsungnya perayaan Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru China diyakini terjadi pada zaman Dinasti Shang pada tahun 1600-1046 sebelum masehi.
Orang-orang pada zaman itu biasa mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur yang dilakukam setiap awal dan akhir tahun. Dalam ceritanya semua bermula dari sebuah legenda Nian.
Dahulu kala ada seekor binatang yang selalu menggangu dan meneror warga sebuah desa pada setiap perayaan tahun baru imlek.
Binatang tersebut adalah seekor lembu yang berkepala singa yang bernama Nian. Binatang tersebut memakan tanaman yang ada memakan ternak hingga anak-anak dan warga di desa tersebut.
Dan hewan ini sangat takut terhadap tiga hal yaitu api, kebisingan dan warna merah. Karena mengetahui kelemahan itulah akhirnya warga desa memasang dekorasi warna merah dan berpakaian warna merah untuk melindungi diri dari dari hewan tersebut.
Sejak saat itulah warna merah menjadi warna keberuntungan di setiap perayaan imlek.
Warna merah memilik makna tersendiri bagi kaum tionghoa yaitu keberuntungan,kemakmuran, semangat, kebahagiaan dan bisa mencegah roh jahat.
Selain dari pada itu juga di perayaan imlek identik dengan lampion dan lentera karena lampion dan lentera biasa nya di gunakan dalam pemujaan.
Tahun baru imlek 2023 ini sendiri adalah Tahun Kelinci Air yang jatuh pada tanggal 22 Januari 2023. Banyak sekali kaum tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek ini karena beberapa dari penduduk indonesia sendiri adalah orang china.
Tinggalkan Balasan