Krusial.com — Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) angkatan 2022 UIN Ar-Raniry, Syaira Sayyida, berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah terpilih sebagai peserta program student exchange di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam.

Kesempatan tersebut menjadi momentum penting bagi Syaira untuk memperluas wawasan global sekaligus merasakan atmosfer akademik di lingkungan internasional.

Syaira mengungkapkan, informasi mengenai program bergengsi itu awalnya ia peroleh melalui grup WhatsApp program studinya. Meski mengakui proses administrasi dan seleksi cukup menantang, ia tetap memberanikan diri untuk mendaftar.

“Proses pendaftarannya memang cukup menantang, tapi saya memberanikan diri untuk mencoba. Alhamdulillah, usaha tersebut membuahkan hasil hingga akhirnya saya dinyatakan lolos bersama belasan mahasiswa lainnya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menuturkan, tantangan terbesar selama mengikuti program tersebut bukan pada materi perkuliahan, melainkan proses adaptasi di lingkungan multinasional. UNISSA merupakan kampus bertaraf internasional dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai negara, seperti Singapura, India, Thailand, dan Indonesia.

Selain itu, proses perkuliahan di UNISSA menggunakan dua bahasa pengantar, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, yang menuntut kemampuan komunikasi yang baik.

Syaira juga mengungkapkan kekagumannya terhadap budaya akademik di kampus tersebut. Ia menilai mahasiswa di Brunei memiliki tingkat kedisiplinan dan semangat belajar yang tinggi.

“Perpustakaan hampir tidak pernah sepi. Itu mencerminkan kesungguhan mahasiswa dalam menempuh pendidikan,” katanya.

Ia menjelaskan, metode pembelajaran di UNISSA menekankan diskusi kelompok, keaktifan mahasiswa, serta interaksi dinamis antara dosen dan mahasiswa yang mendorong keberanian dalam menyampaikan pendapat.

Bagi Syaira, pengalaman mengikuti program pertukaran pelajar ini tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk kemandirian, memperkenalkan budaya baru, serta memperluas jaringan pertemanan lintas negara.

“Program ini mengubah cara pandang saya terhadap dunia. Saya belajar bahwa batas geografis bukan penghalang untuk berkembang,” ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba peluang baru.

“Jika kita punya niat untuk belajar, Insya Allah segala rintangan akan dimudahkan,” tutupnya.***