Krusial.com – Perubahan pada sejumlah jabatan strategis eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mulai dilakukan. Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS melantik dua pejabat pimpinan tinggi pratama, Jumat (14/8/2026).

Kedua pejabat yang dilantik yakni M. Najur, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan serta Teuku Alamsyah, SE. sebagai Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Aceh Selatan.

Pelantikan tersebut merupakan hasil penjaringan melalui seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang sebelumnya diikuti puluhan peserta untuk memperebutkan 13 posisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati H. Mirwan MS menegaskan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar yang diberikan negara dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kinerja nyata, integritas, loyalitas kepada pemerintah daerah, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

“Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” kata Mirwan.

Bupati meminta pejabat yang baru dilantik segera memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, sekaligus melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan yang terdapat pada perangkat daerah yang dipimpinnya.

Langkah tersebut, kata Mirwan, penting agar setiap pejabat dapat menyusun strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Segera Bekerja dan Identifikasi Persoalan

Mirwan juga meminta kedua pejabat tersebut tidak menunggu terlalu lama untuk mulai bekerja. Konsolidasi internal serta identifikasi berbagai persoalan di masing-masing perangkat daerah harus segera dilakukan.

“Segeralah bekerja, lakukan konsolidasi. Segera identifikasi persoalan, dan segera tunjukkan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong pejabat yang baru dilantik untuk berani melakukan inovasi dan terobosan selama tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.

Selain itu, hubungan kerja yang harmonis dengan seluruh jajaran pemerintahan maupun pemangku kepentingan juga harus terus dijaga.

Menurut Mirwan, kepemimpinan pada level eselon II tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan yang mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam program kerja yang konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memperkuat jajaran birokrasi melalui pengisian jabatan berdasarkan proses seleksi terbuka dan kompetensi.

Dengan dilantiknya dua pejabat baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berharap pelayanan pemerintahan, khususnya pada sektor pendidikan, kebudayaan, pendapatan daerah, dan pengelolaan aset dapat semakin optimal serta memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan daerah.***